News

Badai Petir Parah Tewaskan 9 Orang di Kanada, Ratusan Ribu Warga Hidup tanpa Listrik

Badai Petir Parah Tewaskan 9 Orang di Kanada, Ratusan Ribu Hidup tanpa Listrik


Badai Petir Parah Tewaskan 9 Orang di Kanada, Ratusan Ribu Warga Hidup tanpa Listrik
Terlihat dalam gambar, sejumlah kendaraan berusaha melewati jalan dengan tiang listrik berjatuhan setelah badai petir ikut menerjang Ottawa, Kanada (Justin Tang/AP)

AKURAT.CO Korban tewas akibat badai petir kuat di dua provinsi terpadat Kanada telah meningkat menjadi setidaknya sembilan orang. 

Menurut Global News, korban bertambah satu usai pada Minggu (22/5), seorang wanita tewas karena kapal yang dia tumpangi terbalik di Sungai Ottawa dekat Masson-Angers, provinsi Quebec. 

Meskipun masih belum jelas berapa banyak warga Kanada yang tewas akibat badai itu, polisi Ontario melaporkan tujuh kematian pada Sabtu (21/5). Kematian tersebut disebabkan oleh pohon tumbang di beberapa bagian provinsi di Quebec.

baca juga:

Orang kedelapan yang tewas, kemudian, diumumkan pada hari Minggu. Korban, yang berasal dari Ontario, dilaporkan meninggal akibat cabang pohon yang tumbang setelah badai menerjang provinsi tersebut. 

Badai yang menghempas Kanada, terjadi selama pekan libur publik, Victoria Day. Beberapa korban yang meninggal dilaporkan sedang berkemah, bermain golf, atau berjalan-jalan menikmati liburan tersebut, kata polisi.

Para korban yang diketahui termasuk seorang pria berusia 44 tahun yang meninggal di sebelah barat Ottawa di Madawaska Raya. Lalu ada pula, seorang wanita berusia 70-an yang sedang berjalan-jalan di Brampton, dan seorang pria berusia 59 tahun di lapangan golf di Ottawa.

Satu orang juga tewas di sebuah trailer berkemah di dekat Pinehurst di Wilayah Waterloo. Dua lainnya mengalami luka ringan dalam insiden itu, setelah sebuah pohon tumbang di trailer di area taman Otoritas Konservasi Sungai Grand pada Sabtu sore.

​Seorang pria berusia 30 tahun juga ditemukan meninggal di Hutan Ganaraska di timur Toronto, menurut polisi regional Durham.

Badai petir yang melanda Kanada terukur dengan kecepatan angin mencapai hingga 132 kilometer per jam. Menurut ahli meteorologi Lingkungan dan Perubahan Iklim Kanada, Gerald Cheng, itu adalah pertama kalinya badai petir cukup parah terjadi di negara tersebut.

Bencana itu telah memicu peringatan darurat dari Badan Meteorologi dan Lingkungan Kanada, dengan pengumuman ramai disiarkan di televisi, radio, hingga ponsel.

Kata Cheng, badai itu tampaknya adalah bagian dari 'derecho', sebuah istilah untuk menggambarkan badai angin yang bergerak lurus, dengan jangkan waktu panjang. Derecho sendiri telah dikaitkan dengan kelompok badai petir parah yang bergerak cepat yang dikenal sebagai sistem konvektif skala meso.

Badai itu, yang berlangsung lebih dari dua jam pada Sabtu sore juga membawa kekuatan tornado. Bencana  ini tak ayal langsung meninggalkan jejak kehancuran di beberapa bagian di Ontario dan Quebec. Embusan angin berhasil menebang pohon, mencabut tiang listrik, dan merobohkan banyak menara transmisi logam, kata perusahaan utilitas.

Perusahaan listrik pada hari Minggu juga langsung berebut untuk memulihkan jalur transmisi. Hydro One misalnya, perusahaan distribusi listrik terbesar di Ontario ini pada hari itu mengaku mengalami kerusakan signifikan, membuat ratusan ribu rumah tangga kehilangan akses ke listrik.

"Badai petir hebat yang melintasi Quebec pada Sabtu malam menyebabkan banyak pemadaman listrik, terutama di Laurentians, Outaouais, dan Lanaudière. Pada puncaknya, sekitar 550 ribu pelanggan mengalami padaman listrik," kata Hydro Quebec di situsnya, dikutip dari CNN.

Kemudian dalam tweetnya, para kru Hydro One mengatakan telah berhasil memulihkan listrik ke lebih dari 360 ribu pelanggan. Namun, lebih dari 226 ribu pelanggan lainnya masih tetap tanpa listrik, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan pada Minggu malam.

Upaya pemulihan kemungkinan akan berlanjut selama beberapa hari sebelum listrik kembali ke semua pelanggan, kata perusahaan itu, seperti dilaporkan The Guardian.

Perdana Menteri Justin Trudeau, sementara itu, mengatakan bahwa pemerintah federal siap membantu para korban yang terdampak.

"Badai yang menyapu Ontario dan Quebec kemarin menyebabkan kerusakan serius, merenggut beberapa nyawa, dan menyebabkan banyak orang kehilangan akses listrik. Kami memikirkan semua orang yang terkena dampak, dan berterima kasih kepada para kru yang bekerja untuk memulihkan listrik," cuit Trudeau pada hari Minggu. []