News

Badai Ida Picu Bencana Banjir Bandang di New York, 44 Orang Tewas 

Di antara yang tewas itu termasuk mereka yang terjebak di ruang bawah tanah


Badai Ida Picu Bencana Banjir Bandang di New York, 44 Orang Tewas 
Dalam foto ini, terlihat deretan kendaraan terendam di jalan yang tergenang air di New York ( Xinhua)

AKURAT.CO, Banjir bandang yang disebabkan oleh sisa-sisa badai Ida telah menewaskan sedikitnya 44 orang di area New York hingga New Jersey. Di antara yang tewas itu termasuk mereka yang terjebak di ruang bawah tanah. 

Badai Ida yang mulai mendarat di Pantai Teluk AS pada Minggu (29/8) telah memicu hujan ekstrem. Sebagaimana diwartakan SCMP hingga US News, curah hujan yang tinggi dari Ida itu akhirnya turut mengguyur New York. Akibatnya, jalanan berubah menjadi seperti sungai, mobil-mobil tersapu, hingga jalur-jalur kereta bawah tanah di New York City (NYC) terbenam air. 

Rekaman dan gambar yang beredar di media sosial ikut menunjukkan parahnya situasi banjir di New York. Dalam sebuah video misalnya, terlihat kemacetan memadati jalanan yang terbenam, dengan klakson yang terus meraung-raung. Kemudian, ada pula adegan di mana seorang penduduk di apartemen Manhattan membuka pintu kemudian air langsung datang membanjiri ruangan. Setelahnya, terlihat mobil yang benar-benar sudah tenggelam oleh air yang memenuhi jalanan.

Ada pula rekaman dimana air besar menyembur dan mengenangi sebuah stasiun kereta bawah tanah NYC.

 

New York City belum pernah mengalami rekor curah hujan yang memicu peringatan darurat banjir bandang seperti ini. Oleh para pejabat, peristiwa cuaca 'bersejarah' ini dianggap sebagai akibat sebagai perubahan iklim.

"Sayangnya, karena perubahan iklim, ini adalah sesuatu yang harus kita tangani secara teratur," kata Kathy Hochul, Gubernur New York yang baru dilantik.

"Kita mengalami peristiwa cuaca bersejarah malam ini dengan hujan yang memecahkan rekor di seluruh kota, banjir brutal dan kondisi berbahaya di jalananan kita," tambah Wali Kota New York Bill de Blasio, Rabu (1/9) malam waktu setempat.

Warga setempat yang terdampak juga mengakui hal serupa di mana ia tidak pernah melihat peristiwa cuaca seperti ini.

"Saya berusia 50 tahun dan saya belum pernah melihat hujan selebat ini. Rasanya seperti tinggal di hutan, seperti hujan tropis. Sulit dipercaya. Semuanya sangat aneh tahun ini," ujar seorang warga bernama Metodija Mihajlov yang ruang bawah tanah restorannya di Manhattan dibanjiri air setinggi tiga inci.

Selain itu, ratusan penerbangan telah dibatalkan di bandara LaGuardia dan JFK, serta di Newark, di mana video menunjukkan terminal ikut terendam air hujan.

"Kita semua bersama-sama dalam hal ini. Bangsa ini siap membantu,” kata Presiden Joe Biden menjelang perjalanan Jumat ke negara bagian Louisiana, di mana Ida sebelumnya menghancurkan bangunan dan menyebabkan lebih dari satu juta rumah tanpa listrik.

Banjir telah menutup jalan-jalan utama di seluruh wilayah New Jersey dan New York termasuk Manhattan, The Bronx dan Queens, menenggelamkan mobil dan memaksa pemadam kebakaran untuk menyelamatkan ratusan orang.

Sedikitnya 23 orang tewas di New Jersey, kata Gubernur Phil Murphy kepada wartawan.

"Mayoritas kematian terjadi adalah individu yang terjebak dalam kendaraan mereka," katanya.

Sementara itu di NYC, ada 13 orang yang meninggal. Di antaranya termasuk 11 orang yang tidak dapat melarikan diri dari ruang bawah tanah mereka, kata polisi. Para korban berkisar dari usia 2 hingga 86 tahun.

Tiga orang juga telah dikonfirmasi meninggal di pinggiran New York, Westchester.  Sementara tiga lainnya meninggal di Montgomery County di luar Philadelphia di Pennsylvania, kata seorang pejabat setempat.

Anggota parlemen Partai Demokrat yang kerap bersuara soal perubahan iklim, Alexandria Ocasio-Cortez ikut menuturkan keprihatinannya. Dalam cuitannya, Cortez menyebut bahwa orang-orang yang paling berisiko terhadap banjir justru mereka yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah. 

"Di antara orang-orang yang PALING berisiko selama banjir bandang di sini adalah mereka yang tinggal di tempat tinggal bawah tanah yang tidak memenuhi kode keselamatan yang diperlukan untuk menyelamatkan nyawa.

"Mereka adalah kelas pekerja, imigran, dan orang-orang dari keluarga berpenghasilan rendah," kata Cortez.

Keadaan darurat negara bagian telah diumumkan di New York dan New Jersey. Sementara Layanan Cuaca Nasional (NWS) sudah mengonfirmasi peringatan perdananya atas darurat banjir bandang untuk NYC. Dalam peringatan tersebut, mereka juga mendesak penduduk untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi.

"Anda tidak tahu seberapa dalam air dan itu terlalu berbahaya," kata NWS cabang New York dalam sebuah tweet.

NWS mencatat 80 mm hujan di Central Park terjadi hanya dalam satu jam. Ini mengalahkan rekor yang dibuat bulan lalu selama Badai Henri.

Badai Ida Picu Bencana Banjir Bandang di New York, 44 Orang Tewas  - Foto 3
Warga memilah barang-barang yang rusak dan hancur di lingkungan Flushing di wilayah Queens, NYC-AFP

Pada Kamis (2/9) pagi waktu setempat, langit cerah baru kembali dan warga New York langsung bergegas memindahkan cabang-cabang pohon yang tumbang dari jalan ketika layanan kereta bawah tanah perlahan-lahan dilanjutkan.

Ida merintis jalan kehancurannya di utara setelah menghantam Louisiana selama akhir pekan, membawa banjir besar hingga tornado. Badai seperti itu jarang menyerang pesisir timur laut Amerika dan muncul saat lapisan permukaan lautan menghangat karena perubahan iklim.

Para ahli juga berkata bahwa pemanasan global telah menyebabkan topan menjadi lebih kuat dan membawa lebih banyak air, dan ini menjadi ancaman yang meningkat bagi komunitas pesisir dunia.

"Pemanasan global ada di depan kita dan itu akan menjadi makin buruk kecuali kita melakukan sesuatu untuk itu," ucap senator Demokrat Chuck Schumer ikut mendukung pendapat para ahli. []