News

Badai Ian Bikin 100 Persen Wilayah Kuba Mati Listrik, Kini Makin Kuat Hantam Florida AS

Badai Ian Bikin 100 Persen Wilayah Kuba Mati Listrik, Kini Makin Kuat Hantam Florida AS
Citra satelit Badai Ian yang menghantam Kuba pada Senin (26/9) malam (BBC)

AKURAT.CO Kuba benar-benar tanpa listrik setelah Badai Ian menyapu ujung barat pulau tersebut. Sistem kelistrikan padam total setelah salah satu pembangkit listrik utama tak mampu dihidupkan kembali. Sementara itu, 1 orang tewas dan banyak bangunan rusak di seluruh negeri.

Dilansir dari BBC, seorang jurnalis dari kantor berita pemerintah melaporkan bahwa 100 persen sirkuit listrik di Kuba tak berfungsi.

"Pembangkit listrik termoelektrik Antonio Guiteras tak dapat disinkronkan," lapornya.

baca juga:

Berbasis di Matanzas, 100 km timur ibu kota Havana, Antonio Guiteras merupakan pembangkit energi terpenting di Kuba. Artinya, saat ini tak ada sama sekali pembangkit listrik yang menyala di pulau itu.

Menurut prakirawan cuaca, beberapa daerah di Kuba dapat dilanda hujan hingga 30 cm yang dibawa Badai Ian.

Mayelin Suarez, seorang warga Pinar del Riso, menyebut Senin (26/9) malam itu sebagai yang paling kelam dalam hidupnya.

"Kami hampir kehilangan atap rumah kami. Putri saya, suami saya, dan saya sendiri mengikatnya dengan tali agar tak terbang," ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Kuba Miguel Diaz Canel mengunjungi provinsi tersebut. Ia bersumpah provinsi itu akan bangkit dari kesulitan.

Seorang wanita berusia 43 tahun di sana pun tewas tertimpa tembok rumahnya yang runtuh.

Badai kategori 3 dengan kecepatan angin hingga 195 km per jam ini kini melanda Florida, Amerika Serikat (AS).

Menurut Pusat Badai Nasional AS (NHC), Badai Ian telah mengumpulkan kekuatan di Teluk Meksiko tenggara setelah meninggalkan Kuba. NHC bahkan menduga badai itu bisa menjadi badai kategori 4 saat menyapu pantai barat Florida dengan kecepatan angin 209 km per jam.

Lebih dari 2 juta orang di Florida diperintahkan untuk evakuasi. Gubernur Florida Ron DeSantis bahkan mengumumkan keadaan darurat untuk seluruh Florida dan telah mengaktifkan 5 ribu pasukan Garda Nasional.

Untuk pertama kalinya sejak 1921, daerah Tampa dihantam langsung oleh badai dan diduga mengalami gelombang pasang setinggi 3 meter di sepanjang pantainya. Ahli meteorologi pun memprediksi terjadinya banjiir bandang di semenangjung Florida dan Florida Keys saat badai mendekat.

Sementara itu, Gedung Putih juga telah menetapkan deklarasi daruratnya sendiri. Dengan begitu, pejabat federal dan negara bagian dapat membantu mengoordinasikan bantuan dan pertolongan bencana.

Menurut Gedung Putih, Presiden Joe Biden berbicara dengan Gubernur DeSantis pada Selasa (27/9) malam. Keduanya berkomitmen untuk melanjutkan koordinasi yang erat, meski Biden seorang Demokrat dan DeSantis seorang Republikan. []