News

Badai Ana Membunuh Hampir 80 Orang di Malawi, Madagaskar, dan Mozambik

Badai Ana Membunuh Hampir 80 Orang di Malawi, Madagaskar, dan Mozambik


Badai Ana Membunuh Hampir 80 Orang di Malawi, Madagaskar, dan Mozambik
Pasca badai, sejumlah mobil terlihat menumpuk di ibukota Madagaskar, Antananarivo (Rijasolo/AFP/Getty Images)

AKURAT.CO, Korban tewas akibat badai yang menerjang tiga negara Afrika selatan telah meningkat menjadi 77 orang. Laporan itu didapat ketika tim darurat masih berjuang untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak dan membantu puluhan ribu korban yang terdampar.

Badai yang dinamai badai tropis Ana mulai mendarat di Madagaskar pada Senin (24/1). Setelah itu, badai tersebut mengamuk sepanjang minggu di Mozambik dan Malawi, memicu hujan lebat di wilayah-wilayah tersebut.

Hingga Jumat (28/1) pagi, pihak berwenang di tiga negara mulai menilai tingkat kerusakan. Penilaian akan dampak bencana tetap dilakukan meski badai lain sedang terbentuk di Samudra Hindia.

baca juga:

Sebelumnya pada Kamis (27/1) malam, Madagaskar mengumumkan status bencana nasional. Pengumuman datang usai laporan mengungkap jumlah korban di negara itu meningkat menjadi 48 orang. Di saat yang bersamaan, Mozambik melaporkan 18 tewas, dengan pejabat mengatakan jumlah sebenarnya masih belum diketahui. Malawi, sementaar itu, telah merilis 11 korban meninggal. 

 Foto menunjukkan sebuah kendaraan terbalik disapu banjir di Chikwawa, Malawi-AP

Sisa-sisa badai kini telah melewati Zimbabwe, tetapi tidak ada kematian yang dilaporkan.

Malawi, Madagaskar, dan Mozambik menjadi negara yang paling terpukul, dengan puluhan ribu rumah rusak. Beberapa runtuh di bawah hujan lebat, menjebak para korban di dalam puing-puing bangunan.

Di sisi lain, sungai-sungai meluap, menghanyutkan jembatan, menenggelamkan ladang dan ternak serta menghancurkan mata pencaharian keluarga di pedesaan.

Di Madagaskar, setidaknya 130 ribu orang terpaksa meninggalkan rumah  mereka di tengah bencana. Di ibu kota Antananarivo, sekolah dan pusat kebugaran diubah menjadi tempat penampungan darurat.

"Kami hanya membawa barang-barang kami yang paling penting," kata Berthine Razafiarisoa, yang berlindung di gym bersama keluarganya yang terdiri dari 10 orang.

 Banyak rumah terendam akibat banjir besar yang dipicu badai Ana-EPA via BBC

Di Mozambik utara dan tengah, Ana menghancurkan 10 ribu rumah dan lusinan sekolah serta rumah sakit. Disana, badai juga berhasil menjatuhkan kabel-kabel listrik. Menurut BBC, 20 ribu orang di negara itu juga terkena dampak banjir.

Sementara warga berjibaku untuk menyelamatkan diri, badai lain sedang terbentuk. Layanan cuaca Mozambik dan internasional memperingatkan kondisi itu, menyebut ada badai yang bernama Batsirai. Batsirai terbentuk di atas Samudra Hindia dan diperkirakan akan mendarat pada akhir pekan.

"Ini mungkin berkembang menjadi badai tropis yang parah dalam beberapa hari ke depan," kata PBB dalam sebuah pernyataan.

Diperkirakan ada setidaknya hingga enam siklon tropis yang terjadi sebelum musim hujan berakhir pada Maret.

"Situasinya sangat memprihatinkan dan ini sangat, sangat rentan. Tantangannya sangat besar, dan ekstrem," kata koordinator residen PBB di Mozambik, Myrta Kaulard. 

Kaulard kemudian mencatat bahwa badai-badai itu menghantam wilayah yang sudah sangat rentan, dimana mereka masih berusaha pulih dari topan Idai dan Kenneth, yang melanda wilayah itu pada 2019.

"Mozambik menanggapi krisis kompleks di utara yang telah menyebabkan beban tambahan yang sangat besar pada anggaran negara, pada populasinya. Selain  itu, ada Covid juga," tambah Kaulard menggambarkan situasi genting di Mozambik. 

Di negara tetangga Malawi juga telah mengumumkan keadaan bencana alam.

Sebagian besar wilayah negara itu telah kehilangan listrik di awal minggu, setelah banjir melanda stasiun pembangkit. Listrik baru bisa dipulihkan pada Kamis di beberapa bagian negara itu, tetapi beberapa bagian dari jaringan listrik telah hancur.

"Prioritas kami sekarang adalah memulihkan listrik ke fasilitas kesehatan, sistem distribusi pengolahan air dan sekolah," kata perusahaan listrik nasional Malawi dalam sebuah pernyataan.

Afrika selatan, dan khususnya Mozambik, telah berulang kali mengalami badai destruktif dalam beberapa tahun terakhir. []