News

Bacakan Pleidoi, Edhy Minta Maaf ke Prabowo-Jokowi dan Minta Dibebaskan

Edhy meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo dan Menhan Prabowo Subianto


Bacakan Pleidoi, Edhy Minta Maaf ke Prabowo-Jokowi dan Minta Dibebaskan
Menteri KKP Edhy Prabowo usai diperiksa di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Rabu (25/11/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Pengadilan Tipikor mengagendakan pembacaan nota pembelaan atau pleidoi terdakwa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam sidang korupsi ekspor benur atau benih lobster.

Dalam pleidoinya, Edhy meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo dan Menhan Prabowo Subianto. Edhy secara khusus mengakui bahwa Prabowo adalah orang yang mengangkatnya dari 'comberan' seperti yang banyak beredar selama ini.

"Bila beberapa waktu lalu sempat ada berita bahwa 'Edhy adalah orang yang diambil Prabowo dari comberan', maka saya katakan bahwa itu benar," kata Edhy saat membacakan pleidoi secara virtual dari Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (9/7/2021).

Edhy menuturkan, Prabowo yang menyelamatkannya saat kondisi sedang terpuruk. Itu berawal dirinya terpaksa berhenti pada tingkat 2 di Pendidikan Akademi Militer di Magelang.

Edhy terpaksa pulang ke kampung dan merasa mimpi untuk jadi perwira TNI sirna. Edhy saat itu mengaku jadi pengangguran.

Akhirnya Edhy memutuskan merantau ke Jakarta untuk mengadu peruntungan. Di ibu kota, ia kemudian bertemu Prabowo.

Prabowo lah yang kemudian membantu dan memotivasinya. Mantan Komandan Jenderal Koppasus itu juga yang mendidik dan mengajarkan banyak hal sehingga dianggap seperti orang tua sendiri.

"Sosok yang seketika menggantikan peran ayah setelah ayah kandung saya pergi menghadap Sang Pencipta. Sosok itu adalah Bapak Prabowo Subianto," kata dia.

Terkait kasusnya, Edhy membantah mengetahui adanya suap dalam pengajuan izin ekspor benih lobster. Edhy juga membantah pemilik PT Aero Citra Kargo, perusahaan yang memonopoli pengiriman benih lobster dari Indonesia ke luar negeri.