Rahmah

Baca Doa ini Jika Ingin Dijauhkan dari Teman atau Tetangga yang Munafik

Sifat munafik berbahaya bagi pergaulan


Baca Doa ini Jika Ingin Dijauhkan dari Teman atau Tetangga yang Munafik
Berdoa (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

AKURAT.CO Munafik adalah terminologi dalam Islam untuk merujuk pada mereka yang berpura-pura mengikuti ajaran agama Islam, tetapi sebenarnya hati mereka memungkirinya. Dalam konteks yang lebih luas, munafik berarti sifat yang dimiliki oleh seseorang karena ia memiliki dua kepribadian, yang tujuannya untuk mengelabuhi atau untuk melakukan hal-hal negatif lainnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda terkait dengan tanda-tanda orang munafik,

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاث إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَ إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

baca juga:

Artinya: “Tanda orang munafik itu tiga apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji berdusta, dan jika dipercayai mengkhianati” (HR Al-Bukhari, Kitab Iman, Bab Tanda-tanda Orang Munafik, no. 33 dan Muslim, Kitab Iman, Bab Penjelasan Sifat-Sifat Orang Munafik, no. 59).

Di dalam Al-Qur’an disebut tips ketika kita menghadapi orang munafik, sebagai berikut:

{ بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (138) الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا} [النساء: 138، 139]

Artinya: “Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah." (QS. An Nisa”,138-139).

Selain memberikan kabar sebagaimana Al-Qur’an menyebutnya, agar Anda terhindar dari sahabat atau orang yang munafik adalah dengan mengamalkan doa.

Qa‘nab bin Ummi al-Shahib dalam salah satu sya’ir Arabnya pernah meninggung soal teman yang munafik dan memiliki mulut seperti ember ini, ia melantunkan sebuah syair berikut:

إن يسمعوا ريبة طاروا بها فرحا. . . مني وإن سمعوا من صالح دفنوا

Artinya: “Bila mereka mendengar kegelisahan mereka terbang bahagia # (menertawakan)-ku, dan jika mereka mendengar kebaikan-(ku), maka mereka sembunyikan.”

Abdul Qadir dalam kitab Faidhul Qadir jilid 6 halaman 1 menyebutkan doa yang perlu kita baca jika memiliki teman yang munafik, yang gemar menebar hal-hal yang tidak benar dalam faktanya, sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إنِّي أعُوذُ بِكَ مِنْ خَلِيلٍ ماكِرٍ عَيْناهُ تَرَيانِي وقَلْبُهُ يَرْعانِي إنْ رَأى حَسَنَةً دَفَنَها وإنْ رَأى سَيِّئَةً أذاعَها

Allohumma inni a‘udzu bika min kholilin makir ‘ainahu taroyani, wa qolbuhu yar‘ani. Ina ro’a hasanatan dafanaha, wa in ro’a sayyi’atan adza‘aha

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari sahabat pengkhianat, kedua matanya selalu perhatian padaku, tapi hatinya selalu mencari kesalahanku. Saat melihat kebaikan (yang aku lakukan), dia menyembunyikannya. Tapi jika ia melihat keburukan (yang aku lakukan), ia bermulut ember.”

Ketika Anda memiliki teman yang munafik, jangan Anda balas kembali dengan sifat yang sama, atau Anda menyakitinya dengan perilaku buruk yang lain. Islam melarang menyelesaikan keburukan dengan keburukan yang lain. Tapi, lakukanlah apa yang Al-Qur’an tuntun untuk kita, dan, jangan lupa berdoa agar kita terhindar dari kemunafikan dari orang lain. Wallahu A’lam.[]