Rahmah

Baca Al-Qur'an Hanya dengan Terjemahan Apakah Boleh? Ini Penjelasan UAH

Kata UAH, membaca Al-Qur'an tidak sama dengan bahasa-bahasa Arab yang bersifat dialeg.


Baca Al-Qur'an Hanya dengan Terjemahan Apakah Boleh? Ini Penjelasan UAH
Ustaz Adi Hidayat (Tangkapan Layar YouTube Adi Hidayat Official)

AKURAT.CO Cendekiawan Muslim Indonesia Ustaz Adi Hidayat atau yang lebih akrab disapa UAH menjelaskan Al-Qur'an pada dasarnya diwahyukan kepada Nabi menggunakan bahasa Arab dengan beberapa tujuan. Diantaranya adalah menghadirkan sifat keselarasan bagi masyarakat yang menjadi objek dakwah.

"Makanya tidak diturunkan Wahyu kecuali dengan bahasa kaumnya," jelas UAH dalam video YouTube Adi Hidayat Official, diunggah 6 Mei 2022.

Hal ini sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Yunus ayat 2:

baca juga:

اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ قُرۡءٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُوۡنَ

Innaaa anzalnaahu quraanan 'Arabiyyal la 'allakum ta'qiluun

Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkannya sebagai Qur'an berbahasa Arab, agar kamu mengerti".

UAH menambahkan, Al-Qur'an difirmankan Allah SWT dengan bahasa Arab itu ternyata berkonstruksi untuk mensupport kecerdasan. Seperti ilmu sharaf, nahwu, balaghah dan lain-lain yang memiliki keutamaan masing-masing.

"Antum kalau belajar sharaf, dari kontruksi tasrif itu terbiasa mengkonstruksikan sesuatu. Jadi kalau ada persoalan itu antum dapat runutkan dengan cepat," jelas UAH.

"Kalau belajar nahwu, itu memudahkan untuk merangkai sesuatu dengan utuh sampai keujungnya. Kalau belajar balaghah, itu antum bisa menerangkan dengan runtut dan jelas. Atau mendesain sesuatu dengan indah," sambungnya.

Selain itu, kata UAH menambahkan, bahasa Arab memiliki gramatikal yang terjaga. Hal ini yang membedakan antara bahasa Arab dengan bahasa-bahasa lain. 

"Yang lain pun bagus, tapi bahasa Arab itu unik. Jadi desain bahasanya setiap hurufnya itu mewakili semua tempat huruf dalam tubuh. Namanya makharij atau tempat keluarnya huruf," jelas UAH.

"Jadi setiap huruf dari alif sampai ya' itu keluar dari bibir sampai ke rongga mulut bagian bawah. Semua terwakili," imbuh UAH.

Karena Al-Qur'an adalah mukjizat, maka kata UAH, lebih dahsyatnya lagi Allah SWT memberikan semua kemudahan bagi semua manusia. Dengan demikian, syarat membaca Al-Qur'an walaupun menggunakan bahasa Arab, bukan berarti bisa bahasa Arab.

"Banyak orang-orang kita itu yang tidak bisa bahasa Arab, jangankan baca. Hafal pun lancar. Dan bukan hanya di Indonesia. Di India bisa lancar. China juga lancar," jelas UAH.

"Artinya bisa membaca Al-Qur'an, walaupun tuturannya bukan bahasa Arab," imbuhnya.

Lalu apakah orang Arab sendiri bisa membaca Al-Qur'an? Kata UAH belum tentu. Sebab membaca Al-Qur'an tidak sama dengan bahasa-bahasa Arab yang bersifat dialeg.

"Bahasanya bahasa fasih. Ada panjangnya, pendeknya. Walaupun kemudian mereka membaca, tapi tidak bisa sembarang membaca," pungkas UAH. []