Rahmah

Baca 3 Doa ini Supaya Dijauhkan dari Tetangga yang Julid

Amalkan untuk kebaikan masa depan keluarga Anda


Baca 3 Doa ini Supaya Dijauhkan dari Tetangga yang Julid
Berdoa (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Memiliki tetangga tidak semua sifatnya baik dan membuat kita hidup nyaman dalam bermasyarakat. Kadang, ada saja tetangga yang iseng, bahkan iri dengan setiap apa yang kita capai.

Sebagai orang muslim, kita tak perlu bersikap acuh kepada tetangga. Karena Nabi Muhammad sebagai tauladan selalu bersikap harmonis dengan semua tetangganya. Nabi tidak memiliki musuh dari para tetangganya.

Tetangga yang tidak baik, kelak akan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan selama di dunia. Dalam salah satu hadits, Rasulullah SAW bersabda:

baca juga:

كَمْ مِنْ جَارٍ مُتَعَلِّقٍ بِجَارِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يَقُوْلُ، يَا رَبِّ! هَذَا أَغْلَقَ بَابَهُ دُوْنِي، فَمَنَعَ مَعْرُوْفَهُ!

Artinya: “Berapa banyak tetangga yang akan memegang tangan tetangganya di hari kiamat sambil berkata, ”Wahai Rabb-ku orang ini menutup pintunya dariku dan dia enggan memberi apa yang ia miliki.”

Jika mengharap terhindari dari tetangga yang memiliki sikap buruk dan julid, Anda bisa mengamalkan salah satu doa di bawah ini. Insya Allah bila diamalkan secara khusyu, Anda akan bebas dari jeleknya tetangga.

Doa Pertama:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَارِ السُّوْءِ، وَمِنْ زَوْجٍ تُشَيِّبُنِيْ قَبْلَ المَشِيْبِ، وَمِنْ وَلَدٍ يَكُوْنُ عَلَيَّ رَبًّا، وَمِنْ مَالٍ يَكُوْنُ عَلَيَّ عَذَابًا، وَمِنْ خَلِيْلٍ مَاكِرٍ عَيْنُهُ تَرَانِيْ، وَقَلْبُهُ يَرْعَانِيْ، إِنْ رَأَى حَسَنَةً دَفَنَهَا، وَإِذَا رَأَى سَيِّئَةً أَذَاعَهَا

Allaahumma innii a’uudzu bika min jaarissuu’, wa min zaujin tusyayyibunii qoblal masyiib, wa min waladin yakuunu ‘alayya robban, wa min maalin yakuunu ‘alayya adzaaban, wa min kholiilin maakirin, ‘ainuhu taroonii, wa qolbuhu yar’aanii, in ro’aa hasanatan dafanahaa, wa idzaa ro’aa sayyi’atan adzaa’ahaa.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk, dan dari istri yang membuatku beruban sebelum waktunya, dan dari anak yang menguasaiku, dan dari harta yang menjadi azab atasku, dan dari teman dekat pembuat makar, matanya melihatku sedang hatinya mengawasiku, jika ia melihat kebaikan pada diriku maka ia menyembunyikannya, dan jika ia melihat keburukan maka ia menyebarkannya."

Doa Kedua: