News

Babel Alami Ribuan Penambahan Kasus COVID-19 dalam Sepekan

Bangka Belitung melaporkan bahwa terdapat 1.222 orang terpapar COVID-19 dalam sepekan, dengan kumulatif kasus mencapai 18.387 jiwa.


Babel Alami Ribuan Penambahan Kasus COVID-19 dalam Sepekan
Petugas medis melakukan tes usap kepada warga di wilayah Gang Usman Tepos di RT 004/RW 002, Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (28/5/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaporkan bahwa terdapat 1.222 orang terpapar COVID-19 dalam sepekan, dengan kumulatif kasus mencapai 18.387 jiwa.

"Dalam sepekan terakhir kasus baru COVID-19 sebanyak 1.222 orang atau mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel Andi Budi Prayitno di Pangkalpinang, Rabu (02/06/2021).

Ia mengatakan tercatat hari ini 90 orang yang terkonfirmasi COVID-19 dan secara nasional menempatkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berada di posisi ke-15 penambahan harian kasus COVID-19, dengan kumulatif 18.387 orang.

"Ini artinya orang yang terkonfirmasi COVID-19 pekan ini turun dibandingkan dengan pekan sebelumnya, dimana lonjakan atau penularan COVID-19 masif masih terjadi terutama di Kabupaten Bangka, Kota Pangkalpinang, Bangka Barat, Bangka Tengah, Belitung, Belitung Timur dan Bangka Selatan," katanya.

Sementara itu, pasien COVID-19 meninggal dalam sepekan ini 17 orang, atau juga turun dibandingkan dengan pekan sebelumnya, dimana lonjakan kasus kematian terjadi di Kabupaten Bangka, Kota Pangkalpinang, Belitung, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan dan Belitung Timur.

Ia menyatakan dalam bulan kemarin (1-31 Mei 2021), kasus positif COVID-19 di Bangka Belitung mengalami kenaikan sebanyak 4.851 orang (36,08 persen). Sementara kasus yang dinyatakan sembuh juga naik sebanyak 4.629 orang (39,89 persen).

"Kasus meninggal dunia COVID-19 sebulan terakhir juga mengalami naik atau bertambah sebanyak 58 orang (27,49 persen) dibandingkan kasus April tahun ini," katanya.

Menurut dia terjadinya penularan COVID-19 yang masif dan lonjakan kasus kematian akibat COVID-19 di sejumlah daerah ditengarai disebabkan oleh meningkatnya mobilitas dan kegiatan berkerumun masyarakat di tempat-tempat keramaian dan fasilitas publik.

Di samping itu, ketidakdisiplinan mereka yang dinyatakan positif COVID-19 untuk menjalani  karantina mandiri di rumah/tempat tinggalnya serta ketidakpedulian masyarakat untuk turut serta melakukan pengawasan terhadap orang yang positif COVID-19 menambah panjang daftar orang yang terpapar dan tertular COVID-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Aktivitas ekonomi, pendidikan, tak terkecuali aktivitas keagamaan dan rekreasi meningkat tanpa diiringi atau tidak mengindahkan penerapan protokol kesehatan," katanya.[]

Sumber: Antara