News

Ayah Tiri Nodai Gadis Belia Ditangkap Polisi

Tersangka lima kali gituin anak tirinya


Ayah Tiri Nodai Gadis Belia Ditangkap Polisi
AKP Rusdi Marzuki (Foto: Habibi/Akurat.co)

AKURAT.CO - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Labuhanbatu menangkap tersangka kekerasan seksual terhadap seorang gadis belia.

Tersangka yang tak lain adalah ayah tiri korban berisial ISS (28) itu tega berbuat cabul terhadap MM (13).

Kasat Reskrim AKP Rusdi Marzuki menjelaskan kronologi kejadian. Pada hari Sabtu tanggal 8 Januari 2022 sekira pukul 10.00 WIB, ibu kandung korban inisial DC berada di kediamannya di Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan bersama korban MM dan tersangka ISS. 

baca juga:

"Saat itu tersangka mengajak korban untuk pergi ke bengkel tidak jauh dari rumah menggunakan Sepeda Motor. Sekira pukul 12.30 Wib (dihari yang sama) tersangka ISS pulang seorang diri, ibu kandung korban menanyakan dimana MM (Korban), tersangka ISS berkata “masih disana dia, mandi di parit bekoan," kata AKP Rusdi menirukan percakapan DC.

Tidak lama kemudian, tersangka ISS pergi dari rumah dan korban MM pun pulang berjalan kaki dengan keadaan basah. Ibu korban sempat bertanya kondisi anaknya dan sang anak menjawab "Haid aku mak, makanya aku mandi di bekoaan." Ibu korban pun menyuruhnya untuk membersikan diri di kamar mandi.

"Selesai membersikan diri, ibu Korban curiga di kernakan masih ada keluar darah dari kemaluan MM. Ibu korban bertanya ke MM agar berkata jujur. MM pun mengaku bahwa dia telah di setubuhi oleh ayah tirinnya ISS dan sebelumnya juga kejadian serupa sudah lima kali dilakukan ayah tirinya. Dikarenakan pendarahan korban tidak juga berhenti Ibu korban membawa MM ke RSU Kota pinang dan melaporkan kepihak Kepolisian " jelas lulusan Akpol 2012 itu.

Atas perbuatannya, jelas Kasat, tersangka diamankan disel Mapolres Labuhanbatu dan dikenakan ancaman Pasal 81 ayat (2) UU RI No. 23 tahun 2002 dan Pasal 82 ayat (1) UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan Pasal 46 dari UU RI No. 23 tahun 2014 tentang penghapusan kekerasan dalam lingkup rumah tangga dipidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun. 

Dari hasil penyelidikan, pihak Kepolisian telah mengamankan baju kaos wanita warna hitam, satu singlet warna kuning, satu celana pendek wanita warna putih dan satu potong celana dalam warna pink.[]