Entertainment

Ayah Gen Halilintar Tak Hadiri Sidang Gugatannya untuk Kemenhumham

Ayah Gen Halilintar Tak Hadiri Sidang Gugatannya untuk Kemenhumham
Ayah Atta Halilintar (Instagram/@halilintarasmid)

AKURAT.CO, Gugatan Halilintar Anofial Asmid terhadap Kementerian Hukum dan HAM bergulir di meja hijau. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (22/08). Adapun agenda sidang hari ini adalah penjadwalan pemanggilan terhadap perwakilan Kemenkumham selaku tergugat.

"Tapi kami masih menunggu dari pihak tergugat datang," ujar kuasa hukum Halilintar Anofial Asmid, Brahmono Jati, di PN Jakarta Pusat.

Jika perwakilan dari Kemenkumham datang, maka sidang akan berlanjut ke pembacaan gugatan dari penggugat. Namun, jika perwakilan Kemenkumham tidak hadir, maka sidang akan ditunda.

baca juga:

Sementara itu, Halilintar Anofial Asmid tidak terlihat hadir di pengadilan. Menurut Brahmono Jati, kliennya tidak diwajibkan untuk hadir.

"Sudah diwakilkan, jadi tidak perlu hadir," kata Brahmono Jati.

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan SIPP Penhadilan Negeri Jakarta Pusat melalui akun instagram @lambe_turah, ayah Atta Halilintar melayangkan gugatan ke Pemerintah R.I Cq Kemenkum HAM R.I Cq Ditjen Kekayaan Intelektual Cq Komisi Banding Merek.

Gugatan dengan nomor 75/Pdt.Sus-HKI/Merek/2022/PN Niaga Jkt.Pst masuk pada Kamis, 4 Agustus 2022. Dalam gugatannya, terdapat empat poin yang diinginkan oleh ayah Atta Halilintar ini.

Pertama, agar majelis hakim PN Jakarta Pusat, menerima dan mengabulkan seluruh Gugatan penggugat. Kedua, "Menyatakan Batal putusan Komisi Banding Merek/ TERGUGAT Nomor 375/KBM/HKI/2020 Tanggal 08 September 2020."

Ketiga, mewajibkan tergugat, dalam hal ini Kemenkumham memerintahkan DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) untuk menerima permohonan pendaftaran Merek 'GENHALILINTAR + Lukisan'. Nomor Agenda D002018027834 dan menerbitkan Sertifikat Merek 'GENHALILINTAR + Lukisan' atas nama penggugat.

Kemudian, poin terakhir adalah menghukum tergugat untuk membayar seluruh biaya perkara yang timbul dalam perkara a quo. Apabila majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).

Permasalahan ini berbeda dengan gugatan yang dilayangkan PT Nagaswara kepada Gen Halilintar pada 2018 lalu. Nagaswara mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap Gen Halilintar yang mengcover lagu Lagi Syantik milik Siti Badriah.

Gugatan tersebut ditolak, namun Nagaswara pun mengajukan kasasi. Hasilnya, Mahkamah Agung (MA)melakukan Peninjauan Kembali pada Desember 2021 dan diputuskan bahwa Gen Halilintar terbukti bersalah.[]