Lifestyle

Bun, Pembelajaran Tatap Muka yang Akan Diberlakukan Berbeda dari Sebelumnya

PTM terbatas tidak sama seperti sekolah tatap muka biasa yang seluruh muridnya harus masuk atau seperti sebelum pandemi terjadi


Bun, Pembelajaran Tatap Muka yang Akan Diberlakukan Berbeda dari Sebelumnya
Para siswa saat mengikuti upacara hari pertama di Sekolah Dasar (SD) 05, Kembangan Utara, Jakarta Barat, Senin (15/7/2019). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Ayah dan Bunda pasti sudah melihat dan mendengar berita soal kebijakan sekolah tatap muka yang akan diberlakukan di tahun ajaran baru pada tahun ini.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim meluruskan soal beberapa informasi terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah pada masyarakat.

Menteri yang akrab dipanggil Mas Menteri ini menyatakan bahwa PTM terbatas tidak sama seperti sekolah tatap muka biasa yang seluruh muridnya harus masuk atau seperti sebelum pandemi terjadi.

“Apa yang Bapak Presiden sampaikan pada Senin (7/6) lalu benar bahwa pembelajaran yang kita upayakan bersama adalah tatap muka terbatas. Sekali lagi, terbatas,” ujar Nadiem lewat keterangan tertulis, pada Rabu (09/6).

“Contohnya seperti yg disampaikan oleh Bapak Presiden. Sekolah yang sudah atau dalam proses melakukan PTM terbatas dengan durasi belajar dan jumlah murid berbeda tetap diperbolehkan selama mengikuti protokol kesehatan dan di bawah batas maksimal, yang tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19,” katanya.

Berikut rincian aturan pelaksanaan (PTM) di sekolah sesuai SKB Empat Menteri:

Kondisi kelas:

  • SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, SD, MI dan program kesetaraan jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 18 peserta didik per kelas;
  • SDLB, MILB, SMPLB, MTsLB dan SMLB, MALB jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas;
  • PAUD jaga jarak minimal 1 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas.
  • Jumlah hari dan jam pembelajaran PTM terbatas ditentukan satuan pendidikan, dengan tetap mengutamakan dan keselamatan warga sekolah. 

Perilaku wajib di seluruh lingkungan sekolah saat PTM terbatas:

  • Menggunakan masker kain tiga lapis atau sekali pakai (bedah);
  • Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, atau menggunakan cairan pembersih tangan;
  • Menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik misal salaman atau cium tangan; d
  • Menerapkan etika batuk atau bersin.

Kondisi medis warga sekolah:

  • Sehat dan jika mengidap penyakit penyerta (komorbid) harus dalam kondisi terkontrol;
  • Tidak memiliki gejala COVID-19, termasuk orang yang serumah dengan warga satuan pendidikan;
  • Kantin tidak boleh beroperasi pada dua bulan pertama penerapan PTM terbatas;
  • Kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler tidak boleh dilakukan di sekolah, namun disarankan tetap melakukan aktivitas fisik di rumah (selama dua bulan pertama);
  • Kegiatan selain pembelajaran di lingkungan sekolah tidak dibolehkan selama dua bulan masa transisi;
  • Kegiatan pembelajaran di luar lingkungan satuan pendidikan dibolehkan dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

“Kita harus memiliki keberanian untuk mendorong PTM terbatas yang tentu saja disertai penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat,” tutup Nadiem.

Irma Fauzia

https://akurat.co