Entertainment

Ayah Atta Halilintar Gugat Kemenkumham Terkait Merek 'Gen Halilintar'

Gugatan Ayah Atta Halilintar masuk pada 4 Agustus 2022


Ayah Atta Halilintar Gugat Kemenkumham Terkait Merek 'Gen Halilintar'
Gen Halilintar (Instagram/@genhalilintar)

AKURAT.CO, Ayah Atta Halilintar, Anofial Asmid menggugat Kementrian Hukum dan HAM terkait merek ‘Gen Halilintar’.

Ayah Atta Halilintar Gugat Kemenkumham Terkait Merek Gen Halilintar - Foto 1
Gen Halilintar melalui Anofial Asmid menggugat Kemenkumham. (instagram/@lambe_turah).

Dilansir dari SIPP PN Jakarta Pusat melalui akun instagram @lambe_turah, ayah Atta Halilintar melayangkan gugatan ke Pemerintah R.I Cq Kemenkum HAM R.I Cq Ditjen Kekayaan Intelektual Cq Komisi Banding Merek.

Gugatan dengan nomor 75/Pdt.Sus-HKI/Merek/2022/PN Niaga Jkt.Pst masuk pada Kamis, 4 Agustus 2022.

baca juga:

Ayah 11 anak itu tak terima lantaran merek Gen Halilintar yang didaftarkan ke Kemenkumham ditolak.

Dalam gugatannya, terdapat empat poin yang diinginkan oleh mertua Aurel Hermansyah tersebut.

Pertama, agar majelis hakim PN Jakarta Pusat, menerima dan mengabulkan seluruh Gugatan penggugat.

Poin kedua, "Menyatakan Batal putusan Komisi Banding Merek/ TERGUGAT Nomor 375/KBM/HKI/2020 Tanggal 08 September 2020." Ketiga, mewajibkan tergugat, dalam hal ini Kemenkumham memerintahkan DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) untuk menerima permohonan pendaftaran Merek 'GENHALILINTAR + Lukisan'. Nomor Agenda D002018027834 dan menerbitkan Sertifikat Merek 'GENHALILINTAR + Lukisan' atas nama penggugat.

Kemudian, poin terakhir adalah menghukum tergugat untuk membayar seluruh biaya perkara yang timbul dalam perkara a quo. Apabila majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).

Permasalahan ini berbeda dengan gugatan yang dilayangkan PT Nagaswara kepada Gen Halilintar pada 2018 lalu.

Nagaswara mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap Gen Halilintar yang mengcover lagu Lagi Syantik milik Siti Badriah. Gugatan tersebut ditolak, namun Nagaswara pun mengajukan kasasi.

Hasilnya, Mahkamah Agung (MA)melakukan Peninjauan Kembali pada Desember 2021 dan diputuskan bahwa Gen Halilintar terbukti bersalah.

Dalam putusannya, Mahkamah Agung meminta Gen Halilintar membayar ganti rugi sebesar Rp300 juta kepada Nagaswara. 

Mendengar hal tersebut, Jejen Zaenudin selaku perwakilan manajemen dari Gen Halilintar akhirnya membuka suara.

Katanya, Gen Halilintar belum menerima pemberitahuan resmi terkait ganti rugi yang dimaksud. 

"Ya, sekarang kita tinggal menunggu (langkah selanjutnya). Karena, sampai sekarang belum ada pemberitahuan resmi (mengenai ganti rugi Rp 300 juta yang harus dibayarkan)," kata Jejen Zaenudin di Kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (2/6). 

Kemudian, Suyud Margono sebagai ahli hukum menjelaskan bahwa Rp300 juta itu merupakan ganti rugi, karena Gen Halilintar dinyatakan telah melakukan pelanggaran hak moral.[]