Olahraga

Axelsen Persoalkan Sistem Pengambilan Keputusan Skor 5×11

"Kami terlalu lemah sebagai pemain di olahraga ini. Asosiasi pemain kami seharusnya lebih kuat dan kita seharusnya berdiri bersama," kata Viktor Axelsen.


Axelsen Persoalkan Sistem Pengambilan Keputusan Skor 5×11
Pebulutangkis Indonesia, Jonatan Christie, harus takluk dari wakil Denmark, Viktor Axelsen, di partai pembuka Indonesia Terbuka 2018. ( AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Mantan pebulutangkis ranking satu dunia asal Denmark, Viktor Axelsen, mengambil sikap yang politis terhadap rencana perubahan sistem penghitungan pertandingan dari 3×21 ke 5×11. Sementara sejumlah pihak setuju dengan perubahan itu, Axelsen justru melihat posisi atlet dalam pengambilan keputusan.

"Kami terlalu lemah sebagai pemain di olahraga ini. Asosiasi pemain kami seharusnya lebih kuat dan kita seharusnya berdiri bersama dan meminta bahwa kita punya sesuatu untuk dikatakan ketika ada keputusan seperti ini... dan banyak lagi (keputusan) yang lain," kata Axelsen sebagaimana dipetik dari New Strait Times.

"Saat ini semuanya dilakukan oleh asosiasi (nasional). Keputusan besar tentang sistem penghitungan ini... ini juga tidak mungkin bagi kami, pemain harus memberikan suara."

Reaksi Axelsen cukup signifikan setidaknya bagi publik bulutangkis Indonesia. Pasalnya, sistem penghitungan 5×11 diusulkan oleh organisasi bulutangkis nasional (PBSI) dan sudah diamini oleh tokoh dari staf kepelatihan serta pemain.

Di antaranya adalah Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rionny Mainaky, dan atlet ganda putra kawakan Hendra Setiawan. Meski kedua pihak mengakui 5×11 punya plus-minus, namun secara umum mereka setuju.

Salah satu yang juga disoroti Axelsen soal posisi tawar atlet adalah sistem pembagian hadiah turnamen. Atlet ranking dua dunia berusia 27 tahun tersebut menyebut asosiasi terlalu menguasai dengan sistem transfer hadiah.

"Bahkan hadiah uang kami juga pertama kali ditransfer ke asosiasi dan akhirnya baru diberikan ke atlet. Ini tidak benar," kata Axelsen. "Asosiasi terlalu punya kekuasaan terhadap atlet dan itu menurut opini saya."

Usulan penghitungan 5x11 sebenarnya sudah muncul dalam rapat Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) pada 2018. Namun, kala itu ditolak karena mengharuskan pemain beradaptasi sementara kualifikasi Olimpiade Tokyo semakin dekat.

Tahun ini Indonesia bersama Maladewa menjadi pengusul. BWF akan mengambil keputusan dalam rapat di Kuala Lumpur, Malaysia, 22 Mei mendatang.

Selain dari Indonesia, juara All England asal Malaysia yang mengalahkan Viktor Axelsen di final pada Maret lalu, Lee Zii Jia, juga sudah menyatakan kesepakatannya dengan sistem 5×11.[]