Tech

Awas Water Hammer! Ini Dampak dan Tips Mencegahnya

Water hammer bisa membuat piston bengkok.


Awas Water Hammer! Ini Dampak dan Tips Mencegahnya
Ilustrasi mobil menerjang genangan. (suzuki.co.id)

AKURAT.CO Curah hujan yang tinggi kerapkali menimbulkan genangan air atau bahkan banjir di berbagai wilayah. Kondisi seperti ini tentunya menuntut pengendara agar lebih berhati-hati dan waspada. Bahkan pengendara juga disarankan untuk tidak melintasi genangan air karena bisa berdampak buruk pada kendaraan mereka. 

Namun, nyatanya tidak sedikit pengendara mobil yang memaksakan kendaraannya melintasi genangan air yang cukup tinggi. Padahal, jika dipaksakan seperti itu bisa menyebabkan water hammer. 

Water hammer merupakan kondisi di mana air masuk ke dalam ruang pembakaran dan sistem pelumasan yang terdapat dalam mesin mobil. Air yang masuk tersebut tentunya akan menggangu sistem kompresi dan ruang bakar. Akibatnya, pada saat atau setelah mobil melintasi genangan air cukup tinggi berpotensi membuat mesin mobil mati mendadak atau mogok. 

Tidak hanya membuat mobil kamu mogok, dampak lainnya juga mengintai mobil yang mengalami water hammer. Setidaknya ada tiga dampak ditimbulkan karena mobil mengalami water hammer.

1. Mesin mengalami kebocoran

Air yang masuk ke dalam mesin, akan membuat mesin mobil mengalami kebocoran. Pada bagian sambungan mesin sangat rentan mengalami kebocoran. Biasanya kebocoran tidak terjadi secara langsung, melainkan sedikit demi sedikit. Kebocoran yang dibiarkan dan tidak segara ditangani, lama-kelamaan menjadi besar dan akan memengaruhi pada komponen lainnya. Bahkan bisa membuat kerusakan semakin parah. 

2. Stang piston menjadi bengkok

Kerusakan yang paling sering terjadi karena mobil mengalami water hammer adalah bengkoknya stang piston. Air yang masuk akan memberikan dorongan kuat yang berlawanan dengan gerakan piston. Karena yang terkompresi adalah air bukan udara, maka akan membuat stang piston menjadi bengkok. Dalam kasus tertentu, pada saat mesin terus bekerja akan membuat stang piston menjadi hancur. 

3. Mobil tidak bisa menyala