Lifestyle

Awas! Terganggunya Indera Penciuman Bisa Jadi Tanda Idap COVID-19


Awas! Terganggunya Indera Penciuman Bisa Jadi Tanda Idap COVID-19
Seorang Pensiunan Chelsea mencium aroma bunga Mawar di RHS Chelsea Flower Show di Royal Hospital Chelsea, London, Inggris, 20 Mei 2019. Perayaan pameran bunga ini ditujukan sebagai penghormatan kepada kapal HMT Karibia Windrush yang berulang tahun ke 70. (REUTERS/Toby Melville)

AKURAT.CO Mungkin kamu sudah sering mendengar gejala umum virus corona, seperti demam, batuk, hingga sesak. Tapi tahukah kamu, kehilangan indera penciuman, juga bisa menjadi salah satu tanda bahwa kamu terinfeksi virus corona.

Dilansir dari Business Insider, hal tersebut dibuktikan oleh para ahli rhinologi di Inggris. Di Korea Selatan, China, dan Italia, sekitar sepertiga pasien yang dites positif Covid-19 juga melaporkan hilangnya penciuman. Kondisi ini disebut anosmia atau hyposmia. 

"Di Korea Selatan, di mana pengujian telah lebih luas, 30 persen pasien yang dites positif mengalami anosmia sebagai gejala utama yang mereka hadapi dalam kasus-kasus ringan," kata Clare Hopkins, Presiden British Rhinological Society Professor, dan profesor Nirmal Kumar selaku Presiden British Association of Otorhinolaryngology.

Para peneliti juga mengatakan, banyak pasien di seluruh dunia yang telah dites positif Covid-19 hanya menunjukkan gejala kehilangan bau dan rasa, tanpa gejala demam tinggi dan batuk yang lebih umum terlihat.

Gejala yang tidak umum seperti dalam kasus ini bisa membuat orang tersebut tidak diuji dan diisolasi. Hal ini membuat kemungkinan lebih tinggi terhadap penyebaran virus yang cepat di seluruh dunia.

"Pada pasien muda, mereka biasanya tidak memiliki gejala yang signifikan seperti batuk dan demam. Tetapi mereka bisa jadi hanya kehilangan indera penciuman dan rasa, yang menunjukkan virus ini tinggal di hidung," ujar Profesor Nirmal.

Dengan kesimpulan ini, profesor Nirmal menyerukan siapa saja yang menunjukkan gejala kehilangan indera penciuman atau perasa secara tiba-tiba agar mengisolasi diri paling tidak selama tujuh hari.