Tech

Awas Jalan Licin! Ini Tips Aman Berkendara di Wilayah Terdampak Abu Vulkanik

Pengendara harus waspada dan ekstra hati-hati.


Awas Jalan Licin! Ini Tips Aman Berkendara di Wilayah Terdampak Abu Vulkanik
Ilustrasi berkendara. (pixabay.com/sere)

AKURAT.CO, Seperti yang sudah diketahui, pada Sabtu (4/12/2021) sore Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi. Berdasarkan hasil pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG), pada Selasa (7/12/2021), terpantau guguran awan panas Gunung Semeru meluncur sejauh 2500-3000 meter dari puncak ke arah tenggara (Besuk Kobokan).

Abu vulkanik akibat letusan tersebut tentunya perlu diwaspadai oleh warga sekitar yang terdampak. Mengingat abu vulkanik ini tidak hanya menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan, tetapi juga bisa merusak benda-benda, termasuk kendaraan. Baik sepeda motor ataupun mobil. 

Selain itu, abu vulkanik ini juga bisa mengganggu aktivitas. Terutama bagi pengendara yang daerahnya terpapar abu vulkanik. Pengendara harus waspada dan ekstra hati-hati karena abu vulkanik bisa membuat jalanan menjadi licin dan mengganggu jarak pandang. Ban kendaraan juga biasanya akan kehilangan traksi cengkraman pada jalan. Bahkan abu vulkanik ini akan sangat berbahaya jika terhirup langsung oleh pengendara. 

Oleh karena itu, untuk kamu yang daerahnya terdampak abu vulkanik atau sedang berada di kawasan tersebut harus ekstra hati-hati dalam berkendara. Agar aman saat melewati jalanan yang terdampak abu vulkanik, kamu bisa simak tips berikut ini. 

1. Pakai masker

Abu vulkanik yang terhirup tidak hanya membuat sesak nafas, tetapi juga bisa berpotensi menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Maka dari itu, menggunakan masker wajib dilakukan untuk semua orang, tidak hanya bagi pengendara yang berada di area yang terdampak. 

2. Nyalakan lampu kendaraan

Abu vulkanik yang berterbangan akan membatasi jarak pandang bagi pengendara. Hal ini tentunya akan sangat berbahaya bagi pengendara. Untuk membantu jarak pandang antar pengendara, baik sepeda motor ataupun mobil harus terus menyalakan lampu kendaraan. Hal ini untuk membantu mengetahui poisisi pengendara lain di jalanan yang tertutup abu vulkanik. 

3. Jangan melaju dengan kecepatan tinggi

Akibat adanya debu vulkanik, akan membuat jalanan menjadi licin. Bahkan membuat daya cengkram ban bisa berkurang karena jalanan dipenuhi debu. Hal ini tentunya akan berdampak pada saat melakukan pengereman. 

Dibandingkan dengan keadaan normal, pada saat jalanan dipenuhi abu vulkanik akan membuat poisisi pengendara saat melakukan pengereman akan berhenti lebih lama. Oleh karena itu, pengendara perlu mengatur kecepatan. Bahkan, sebaiknya tidak melaju dengan kecepatan tinggi. Jika perlu usahan untuk tidak saling mendahului antar pengendara.[]