Lifestyle

Awas, Gejala Gagal Ginjal Bikin Iritasi Tenggorokan!

Awas, Gejala Gagal Ginjal Bikin Iritasi Tenggorokan!
Ilustrasi seseorang yang sakit tenggorokan (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Ternyata ini bahaya dari senyawa Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG).

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendapati senyawa Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) pada sirup obat yang diduga menyebabkan gagal ginjal akut di Indonesia.

Etilen glikol merupakan cairan sirup jernih dan tidak berwarna.

baca juga:

Berdasarkan penelitian Perpustakaan Kedokteran Nasional Bethesda, Maryland, AS, cemaran akut EG pada manusia bisa menimbulkan depresi sistem saraf pusat (SSP), efek kardiopulmoner, dan kerusakan ginjal.

Ditambah, uji paparan EG tingkat rendah melalui inhalasi juga dapat menimbulkan iritasi tenggorokan serta saluran pernapasan bagian atas.

Pengujian EG untuk makanan tikus dalam jangka panjang menunjukkan gejala toksisitas ginjal serta efek hati pada tikus.

Dietilen Glikol (DEG) merupakan cairan bening, tak berwarna, dan tidak berbau dengan rasa manis.

DEG adalah pelarut yang begitu baik untuk bahan kimia dan obat-obatan yang tak larut dalam air.

Ciri tercemarnya DEG adalah gagal ginjal akut, dan kematian. DEG bisa menimbulkan efek klinis di tubuh manusia.

Fase pertama biasanya menyertakan efek gastrointestinal diantaranya mual, muntah, sakit perut dan diare.

 

Pasien bisa mengalami mabuk dan hipotensi ringan. Lalu, fase kedua dari efek DEG yaitu gagal ginjal akut.

 

Kalau tak diobati, pasien bisa meninggal dalam waktu seminggu usai timbulnya anuria.

EG dan DEG menyebabkan ratusan anak di Indonesia mengalami gagal ginjal akut dan saat ini masih terus diselidiki pemerintah.

 

Dari 102 obat, BPOM merilis 30 obat yang dinyatakan tak mengandung senyawa EG dan DEG.

 

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito menyampaikan tengah memeriksa seluruh sirup obat yang beredar di Indonesia

 

Menurut data registrasi BPOM, terdapat 133 sirup obat aman dipakai sepanjang sesuai aturan pakai sebab tak memakai pelarut propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan gliserin/gliserol.