Lifestyle

Awas! Bayi Prematur Bisa Berisiko Tinggi Idap Diabetes


Awas! Bayi Prematur Bisa Berisiko Tinggi Idap Diabetes
dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A (K), (AKURAT. CO/ Winnie Fatmawati)

AKURAT.CO Penyakit tidak menular di Indonesia terus mengalami peningkatan, salah satunya diabetes. Hasil Riset Kesehatan Dasar menunjukan prevalensi penyakit diabetes melitus naik dari 6,9 persen pada 2013 menjadi 8,5 persen pada 2018.

Nah, dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A (K), mengatakan, anak yang terlahir prematur berisiko besar nih untuk menderita penyakit diabetes.

Menurutnya, hal ini terjadi karena semua bayi yang pada waktu di dalem kandungan tidak mendapat nutrisi yang baik, membuat sel-sel pankreas yang menghasilkan insulin menjadi tidak bertumbuh dengan baik.

Sehingga, walaupun usianya masih muda, pankreas sudah alami mudah haus dan alami kerusakan, padahal umumnya itu terjadi pada lansia.

"Harus diingat kalau nutrisi tidak cukup pada saat kehamilan, anak itu akan lahir dengan susunan sel yang tidak lengkap. Hal ini berlaku untuk semua organ, tidak hanya pankreas, tapi juga ginjal, hingga otak," katanya kepada AkuratHealth, saat Annivarsary RSCM, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Dokter Rina mengatakan, pertumbuhan sel yang tidak optimal itu lah yang membuat anak lebih berisiko alami diabetes, berisiko hipertensi, hingga gangguan ginjal.

Jadi bisa disimpulkan, tidak terpenuhinya gizi saat masa kehamilan sangat mempengaruhi terciptanya penyakit tidak menular sejak dini pada anak. 

Hayo, masih malas perhatikan asupan nutrisi saat hamil?