Ekonomi

Awal Pekan, Laju IHSG Malah Langsung Tertahan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun pada awal perdagangan Senin (28/6/2021)


Awal Pekan, Laju IHSG Malah Langsung Tertahan
Warga melintas di sebelah papan indeks pergerakan saham di Main Hall Bursa Efek Jakarta, Kamis (8/4/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun pada awal perdagangan Senin (28/6/2021). Pukul 09.03 WIB, IHSG melemah 1,94 poin atau 0,02% ke 6.021,10. 

Ada 184 saham naik, 124 saham turun dan 188 saham stagnan.

Total nilai transaksi Rp668,06 miliar dan volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 1,02 miliar saham.

Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp139,50 miliar di seluruh pasar.

Adapun hingga jelang pukul 09:30 WIB, IHSG malah makin melorot pada kisaran level 6.007,792.

Sekadar informasi, data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan mayoritas bergerak bervariasi pada akhir minggu keempat bulan Juni 2021. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik sebesar 0,25 persen yaitu pada posisi 6.022,399 dibandingkan pekan sebelumnya yang berada pada level 6.007,120.

" Kenaikan terjadi pada kapitalisasi pasar sebesar 0,28 persen sebesar Rp7.128,143 triliun dari Rp7.108,555 triliun dari pekan sebelumnya," tutur Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono melalui keterangan resminya di Jakarta, Senin (28/6/2021).

Sedangkan, rata-rata frekuensi harian bursa selama sepekan mengalami perubahan sebesar 0,75 persen menjadi 1.156.570 transaksi dari 1.165.339 transaksi pada penutupan pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian Bursa turut berubah 9,26 persen menjadi Rp11,391 triliun dari Rp12,554 triliun pada pekan sebelumnya.

Data rata-rata volume transaksi harian Bursa mengalami perubahan 12,79 persen menjadi 18,570 miliar saham dari 21,293 miliar saham selama sepekan yang lalu.

Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp45,98 miliar.

" Sedangkan sepanjang tahun 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp17,063 triliun," jelasnya.

Adapun total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 35 emisi dari 28 emiten senilai Rp39,43 triliun. Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 474 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp429,03 triliun dan US$47,5 juta, diterbitkan oleh 129 emiten.

" Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 149 seri dengan nilai nominal Rp4.252,62 triliun dan US$400,00 juta. EBA sebanyak 11 emisi senilai Rp6,51 triliun," paparnya.

Sekadar informasi, selama periode 21- 25 Juni 2021, tepatnya pada Kamis (24/6), terdapat 1 pencatatan obligasi di BEI, yaitu Obligasi Berkelanjutan III Maybank Finance Tahap I Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT Maybank Indonesia Finance (BIIF) dengan nilai nominal sebesar Rp500.000.000.000,00 dan tingkat bunga tetap sebesar 6,30% per tahun dan jangka waktu 3 tahun.

Hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia untuk obligasi ini adalah AA+(idn) (Double A Plus). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.[]