News

Awal Mula Keislaman Abu Hurairah dan Tekadnya Bertemu Nabi Muhammad


Awal Mula Keislaman Abu Hurairah dan Tekadnya Bertemu Nabi Muhammad
Ilustrasi dakwah Islam di padang pasir (unsplash.com/dancalderwood)

AKURAT.CO, Dialah Abu Hurairah yang bernama asli Abdurrahman bin Sakhr, seorang sahabat Nabi saw yang menjadi perawi hadis terbanyak dalam sejarah umat Islam. Nama Abu Hurairah sendiri adalah julukan yang diberikan oleh kawan-kawannya karena kesehariannya yang tidak jauh dari kucing kecil.

Sewaktu ia kecil, Abu Hurairah diperintahkan untuk menggembala kambing milik keluarganya. Di sela-sela menggembala kambing itulah, Abu Hurairah selalu bermain dengan kucing kecil ketika siang hari. Sedangkan ketika malam hari, kucing itu akan diletakkan di atas pohon sebelum Abu Hurairah pulang ke rumahnya. Karena kebiasaan inilah Abdurrahman bin Sakhr kemudian dipanggil Abu Hurairah yang artinya bapak si kucing kecil.

Abu Hurairah adalah seorang sahabat yang dilahirkan di daerah Ad Daus, Yaman. Daerah ini pada awalnya selalu menentang risalah Nabi Muhammad saw sebelum datangnya sahabat bernama Thufail bin Amru Ad Dausi ra. Sahabat Thufail bin Amru Ad Dausi adalah sahabat yang pernah bertemu dengan Nabi saw dan berikrar masuk Islam sebelum hijrahnya Nabi saw ke Kota Madinah.

baca juga:

Setelah Thufail bin Amru Ad Dausi menjad seorang muslim, ia kemudian berdakwah di daerah Ad Daus meski tidak ada yang menyambut dakwahnya kecuali Abu Hurairah ra. Keimanan yang dimiliki Abu Hurairah berkat dakwah sahabat Thufail bin Amru Ad Dausi tersebut membuat ia bertekad untuk menemui Nabi Muhammad saw.

Akhirnya, pada usianya yang baru menginjak 26 tahun, dengan perbekalan yang seadanya Abu Hurairah hijrah dari Ad Daus menuju Madinah. Tekad yang dipegang Abu Hurairah sangat kuat hingga di satu malam beliau sempat bersyair.

Wahai malam yang panjang serta melelahkan, namun saat itulah aku terselamatkan dari negri kafir.

Setibanya di Kota Madinah, Abu Hurairah tidak langsung dengan mudah berjumpa dengan Nabi saw. Abu Hurairah tidak disambut oleh Rasulullah saw karena saat itu Rasulullah sedang berada di medan perang Khaibar.

Di waktu subuh, para sahabat berkumpul untuk melaksanakan salat Subuh yang dipimpin oleh Siba bin Urfutoh ra menggantikan Rasulullah menjadi imam selama ditinggal perang saat itu. Setelah salat selesai, datanglah rombongan kaum muslimin beserta Rasulullah saw dari medan perang. Dalam kondisi tersebut, Rasulullah saw langsung menuju masjid dan melaksanakan salat dua rakaat kemudian menemui beberapa sahabat.

Di antara sahabat yang ditemui, Rasulullah saw melihat lelaki asing yang mempunyai kulit sedikit gelap, pundaknya lebar, serta memiliki celah di antara dua gigi depannya. Rasulullah saw pun bertanya pada lelaki itu, "Dari mana engkau?"

Abu Hurairah menjawab, "Aku berasal dari Ad Daus,"

Rasulullah kemudian berkata, "Sungguh aku dulu tidak menyangka ada kebaikan di Daus,"

Itulah awal mula perjumpaan Rasulullah dengan Abu Hurairah yang tidak disangka ternyata berasal dari daerah pembenci Nabi saw namun menjelma menjadi perawi hadis di kemudian hari.[]