News

Austria Mulai Lockdown Nasional untuk Warga yang Ogah Vaksin, Melanggar Didenda Rp23 Juta

Individu yang belum divaksin dilarang meninggalkan rumah kecuali untuk bekerja, berbelanja bahan makanan, berjalan kaki, atau mendapatkan vaksinasi.


Austria Mulai Lockdown Nasional untuk Warga yang Ogah Vaksin, Melanggar Didenda Rp23 Juta
Dalam foto ini, seorang pasien bernama Kurt Switil, menerima vaksin Pfizer dari seorang dokter di pusat vaksinasi 'Am Schoepfwerk' di Wina, Austria, 10 April 2021 ( AP/Lisa Leutner)

AKURAT.CO Demi menekan lonjakan kasus yang meningkat pesat, pemerintah Austria akhirnya memerintahkan penguncian nasional untuk warga yang belum divaksinasi Covid-19.

Langkah penguncian itu mulai berlaku pada Minggu (14/11) tengah malam waktu setempat. Di bawah aturan baru tersebut, individu yang belum divaksin dan berusia lebih dari 12 tahun, dilarang meninggalkan rumah mereka. Ini kecuali jika individu yang bersangkutan pergi untuk melakukan kegiatan-kegiatan dasar, seperti bekerja, berbelanja bahan makanan, berjalan kaki, atau mendapatkan vaksinasi.

Diketahui, penguncian tidak berlaku untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun karena mereka belum bisa divaksinasi secara resmi.

Sebelumnya, pihak berwenang telah menyatakan kekhawatiran tentang meningkatnya kematian Covid-19. Dalam pernyataannya, pemerintah juga khwatir jika nantinya staf rumah sakit tidak akan lagi dapat menangani masuknya pasien Covid-19 yang terus meningkat. 

"Tugas kami sebagai pemerintah adalah untuk melindungi rakyat. Oleh karena itu kami memutuskan bahwa mulai Senin ... akan ada penguncian bagi warga yang belum divaksin," kata Kanselir Alexander Schallenberg kepada wartawan di ibu kota, Wina, Minggu. 

Penguncian awalnya akan berlangsung selama 10 hari, dengan polisi akan memantau warga yang belum divaksin. Kata Schallenberg, petugas tambahan juga akan dikerahkan untuk berpatroli dan memastikan warga yang belum divaksin tidak berkeliaran di luar.  

Jika kedapatan melanggar pembatasan, individu yang bersangkutan dapat didenda hingga 1.450 Euro (Rp23,5 juta), lapor Al Jazeera hingga ABC News. 

Austria memiliki salah satu tingkat vaksinasi terendah di Eropa barat, dengan sekitar 65 persen dari total populasi divaksinasi lengkap. Seperti diungkap kantor berita APA, dengan populasi mencapai 8,9 juta jiwa, maka lockdown terbaru diprediksi akan memengaruhi sekitar 2 juta di antaranya. 

Kendati akan memengaruhi banyak warga, tetapi Austria sudah bertekat bulat untuk mengunci orang yang 'ogah vaksin'. Mengingat dalam beberapa pekan terakhir, Austria telah menghadapi tren yang mengkhawatirkan dalam hal infeksi virus corona. 

Baca Juga: Infeksi Capai Rekor, Austria Lockdown Warganya yang Belum Vaksin Covid-19

Pada Minggu, kasus harian baru yang dilaporkan mencapai hingga 11.552 infeksi. Angka ini naik dari seminggu lalu yang hanya mencatat 8.554 kasus.

Sementara itu, tingkat infeksi per 100 ribu penduduk tidak kunjung landai. Selama tujuh hari, tingkat infeksi baru tetap berada di angka 775,5 kasus per 100 ribu penduduk. Sebagai perbandingan, negara tetangganya Jerman hanya mencatat 289 kasus baru per 100 ribu penduduk. Jerman sendiri juga diketahui telah membunyikan alarm atas peningkatan jumlah infeksi.

Schallenberg juga mengungkap bahwa tingkat infeksi tujuh hari untuk orang yang divaksinasi telah turun dalam beberapa hari terakhir. Namun, tingkat infeksi meningkat di kalangan warga yang belum divaksin. 

"Dengan tingkat vaksinasi seperti sekarang, kita akan tetap terjebak dalam lingkaran setan infeksi. Vaksinasi yang sangat rendah ini harus dipaksa untuk naik," kata Schallenberg, sambil meyarankan warga yang divaksin untuk mengambil suntikan booster.[]