Olahraga

Australia Terbuka: Jajal Arena Pertandingan, Pebulutangkis Indonesia Keluhkan Lampu

Australia Terbuka: Jajal Arena Pertandingan, Pebulutangkis Indonesia Keluhkan Lampu
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, ketika berlatih di Quay Center, Sydney, Australia, Senin (14/11). (PBSI)

AKURAT.CO, Cuaca sejuk di Sydney mewarnai latihan pertama pebulutangkis Indonesia di arena Australia Terbuka 2022, Senin (14/11) siang waktu setempat. Latihan di Quay Center tersebut akan menjadi latihan terakhir sebelum turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut dimulai pada Selasa (15/11) besok.

“Hari ini kita latihan di Quay Centre yang akan digunakan untuk pertandingan besok. Latihan ini untuk beradaptasi dengan arena, tata lampu, karakter shuttlecock, dan arah angin," kata Manajer Tim Indonesia merangkap pelatih tunggal putri di sela latihan sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI.

Indonesia mengirimkan lebih dari 20 pebulutangkis–16 di antaranya merupakan binaan Pelatnas PBSI–ke Australia Terbuka tahun ini. Sebagian dari pebulutangkis tersebut baru pulang dari tur panjang di Eropa di mana mereka bermain di Denmark, Prancis, dan Jerman.

baca juga:

"Latihan ini saya manfaatkan untuk penyesuaian saja. Maklum saya masih jetlag, merasa ngantuk setelah dari tur Eropa. Tidurnya belum normal. Tapi sejauh ini kondisi lapangan oke. Tidak ada angin. Cuma agak silau lampunya," tutur salah satu pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung.

Soal lampu tampaknya menjadi salah satu perhatian pebulutangkis. Selain Gregoria, pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Shesar Hiren Rhustavito, juga mengakui hal yang sama.

"Memang tidak ada angin yang berhembus, namun tata lampunya menurut saya termasuk silau," kata Vito–sapaan akrab Shesar.

Quay Center hanya berjarak 15 menit berjalan kaki dari tempat menginap kontingen Indonesia di Apartemen Quest. Di arena, selama satu jam pebulutangkis berganti-ganti menjajal tiga lapangan pertandingan.

"Latihan ini untuk penyesuaian saja dengan arena. Semoga pemain bisa cepat beradaptasi dengan baik," kata pelatih ganda campuran Indonesia, Amon Santoso.

Australia Terbuka tahun ini merupakan turnamen pertama setelah edisi terakhir pada 2019. Kejuaraan di benua Aborigin tersebut absen selama dua tahun karena pandemi Covid-19.

Kejuaraan ini menyediakan hadiah total sebesar US$180 ribu atau sekitar 2,78 miliar. Jonatan Christie adalah wakil Indonesia terakhir yang menjadi juara di Australia Terbuka pada edisi 2019.[]