News

Australia Makin Waspada, 5 Kasus Omicron Terkonfirmasi, Kemungkinan Kasus Komunitas Pertama Terjadi

Kekhawatiran menjadi makin meningkat karena pelancong ini telah menghabiskan waktu di komunitas setempat. 


Australia Makin Waspada, 5 Kasus Omicron Terkonfirmasi, Kemungkinan Kasus Komunitas Pertama Terjadi
Dalam foto ini, warga memakai APD ketika tiba di Bandara Internasional Sydney, Senin (29/11) kemarin (AAP: James Gourley via ABC News)

AKURAT.CO Pihak berwenang di New South Wales (NSW), Australia dibuat makin waspada dengan kemungkinan kasus pertama komunitas penularan varian Omicron. Diumumkan pada Selasa (30/11), bahwa seorang pelancong internasional kemungkinan besar telah terinfeksi varian Omicron. Kekhawatiran menjadi makin meningkat karena pelancong ini telah menghabiskan waktu di komunitas setempat. 

Kini para pejabat langsung bergegas untuk melacak kontak dekat orang tersebut dan lokasi yang dikunjungi.

Seperti diwartakan Reuters, para pejabat kesehatan NSW mengungkap bahwa pelancong yang terindikasi kuat terinfeksi Omicron, tiba di Sydney minggu lalu. Itu sebelum pembatasan perbatasan terbaru dilakukan oleh Australia.

Pelancong itu, yang telah divaksinasi lengkap, dilaporkan telah mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan yang sibuk di Sydney. Menurut pejabat, aktivitasnya itu kemungkinan telah menyebabkan transmisi varian Omicron di komunitas. 

Menanggapi kasus pelancong tersebut, semua penumpang dalam penerbangan  yang sama telah diminta untuk mengisolasi diri selama 14 hari. Mereka pun diminta untuk tetap mengasingkan diri terlepas dari status vaksinasi.

Jika kasus pelancong ini dikonfirmasi, maka jumlah total kasus yang terinfeksi varian baru Omicron di Australia meningkat menjadi enam. 

Sementara kasus keenam masih diselidiki, lima pasien sebelumnya telah dikarantina. Dalam pemantauan awal, semua pasien tidak menunjukkan gejala atau hanya menunjukkan gejala yang sangat ringan.

Saat ini, pihak berwenang juga mengaku tengah melakukan tes genomik mendesak untuk menentukan apakah dua kasus positif lainnya terinfeksi dengan varian Omicron.

Laporan tentang kemungkinan kasus komunitas baru muncul menjelang pertemuan kabinet nasional Australia pada Selasa. Dalam pertemuan ini, sekelompok pemimpin federal dan negara bagian diagendakan akan meninjau langkah-langkah yang bertujuan membatasi penyebaran varian Omicron.

Sementara itu, sebelumnya, pada Senin (29/11), Australia telah menunda pembukaan kembali perbatasan internasionalnya selama dua minggu. Aturan ini diberlakukan kurang dari 36 jam sebelum siswa internasional dan migran terampil diizinkan masuk kembali ke negara itu.

Perdana Menteri Scott Morrison pada Selasa mengaku akan mendesak para pemimpin negara bagian untuk melanjutkan rencana untuk membuka perbatasan internal sebelum Natal.

"Kita perlu membuat keputusan yang tenang. Jangan takut dengan ini," kata Morrison saat konferensi pers di Canberra.

Omicron telah digolongkan sebagai 'variant of concern' oleh oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Varian tinggi mutasi ini disebut-sebut berpotensi lebih menular daripada varian sebelumnya. Namun, ada tanda-tanda bahwa gejalanya mungkin lebih ringan dibanding perkiraan sebelumnya. 

Baca Juga: Disebut-sebut 500 Persen Lebih Menular dari Delta, 6 Fakta Penting Varian Covid-19 Omicron

Australia sendiri telah melakukan pembatasan ketat dan penguncian yang cepat untuk membendung penyebaran virus corona. Upaya itu pun pada akhirnya berhasil membantu Australia menjaga kasus Covid-19 tetap berada di angka rendah. Secara keseluruhan, negara ini hanya mencatat sekitar 210 ribu kasus. Sedangkan jumlah kematian Covid-19 dicatat mencapai 2.006 kasus.[]