News

Australia Darurat Banjir, 32 Ribu Warga Sydney dan Sekitarnya Didesak Mengungsi

Volume curah hujan tersebut hampir setengah dari rata-rata tahunan Sydney.


Australia Darurat Banjir, 32 Ribu Warga Sydney dan Sekitarnya Didesak Mengungsi
Warga menyaksikan Jembatan Windsor yang terendam banjir dari luapan Sungai Hawkesbury di barat laut Sydney, Australia, pada Senin (4/7). (Associated Press)

AKURAT.CO Layanan darurat Australia merilis perintah evakuasi pada Senin (4/7) untuk puluhan ribu orang di Sydney, kota terbesar di Negeri Kanguru. Pasalnya, Sydney dan sekitarnya di negara bagian New South Wales (NSW) akan dilanda hujan deras untuk hari ketiga berturut-turut akibat sistem tekanan rendah yang intens di lepas pantai timur Australia.

"Terdapat 64 peringatan evakuasi dan 71 perintah evakuasi di seluruh NSW. Itu berdampak pada 32 ribu orang di seluruh NSW," terang Perdana Menteri NSW Dominic Perrottet.

Ia meminta warga untuk menghindari perjalanan tak penting, termasuk menggunakan transportasi umum. Sejumlah ruas jalan pun sudah terendam banjir dan yang lainnya berisiko tiba-tiba diterjang banjir bandang.

baca juga:

"Dalam beberapa hari terakhir, ada 116 penyelamatan banjir. Sejak jam 9 malam tadi, kami telah melakukan 83 penyelamatan banjir serta 1.593 permintaan bantuan," tambahnya.

Menurut Biro Meteorologi, sekitar 100 mm hujan diramalkan mengguyur dalam 24 jam ke depan di bentang lebih dari 300 km di sepanjang pantai NSW dari Newcastle ke selatan Sydney.

"Kami memperkirakan hujan akan turun lagi mulai sore ini," kata Jonathan How, seorang ahli meteorologi.

Lebih dari 200 mm hujan telah turun di banyak daerah. Beberapa di antaranya bahkan mencapai 350 mm sejak Sabtu (2/7). Volume curah hujan tersebut hampir setengah dari rata-rata tahunan Sydney.

Di pinggiran barat daya Sydney, penduduknya telah diterjang banjir 4 kali tahun ini. Tak pelak, rasa frustrasi membengkak.

"Sebagian besar dari mereka baru saja pulih dari banjir terakhir, rumahnya baru berdiri kembali di tempatnya, bisnisnya baru pulih, dan sayangnya, ini terjadi lagi," sesal Therese Fedele, wali kota Camden, di mana air sungai yang berwarna cokelat lumpur telah mengubah hamparan luas tanah menjadi danau.

Tracey, seorang warga dari Windsor yang kebanjiran, mengaku tak sanggup lagi mengatasi banjir yang kerap terjadi.

"Kami sudah mengatasinya, tapi ini sedikit berlebihan bagi kami. Ada banyak orang di sana yang lanjut usia dengan penyakit dan semacamnya. Pada dasarnya, kami terjebak, kami terdampar," keluhnya.

Banyak yang meyakini perubahan iklim sebagai faktor yang berkontribusi terhadap peristiwa cuaca buruk yang kerap terjadi. Dewan Iklim pun menilai Australia 'kurang siap'.

Cuaca ekstrem dapat memicu banjir bandang dan tanah longsor. Daerah tangkapan sungai pun sudah mendekati kapasitas penuh setelah fenomena La Nina mendominasi pantai timur Australia selama 2 tahun terakhir.

Cuaca buruk juga menyebabkan peluncuran roket NASA ditunda. Peluncuran tersebut rencananya dilaksanakan pada Senin (4/7) di Pusat Antariksa Arnhem, Australia utara, menurut operator Equatorial Launch Australia.

Sementara itu, Menteri Manajemen Darurat Federal Murray Watt telah menawarkan lebih banyak pasukan. Pada Senin (4/7), ia mengatakan bahwa pemerintah telah mengaktifkan sistem manajemen darurat satelit untuk membantu upaya bantuan banjir. []