News

Australia dan Selandia Baru Kirim Pesawat Pengintai ke Tonga, Begini Kondisinya usai Tsunami

Tonga terisolasi dari belahan dunia lainnya akibat erupsi gunung Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai yang memicu tsunami dan awan abu.


Australia dan Selandia Baru Kirim Pesawat Pengintai ke Tonga, Begini Kondisinya usai Tsunami
Citra satelit menunjukkan aktivitas gunung berapi Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai di lepas pantai Tonga pada 7 Januari, sepekan sebelum erupsi pada Sabtu (15/1). (Foto: REUTERS) ()

AKURAT.CO Australia dan Selandia Baru mengirimkan pesawat pengintai pada Senin (17/1) untuk menilai kerusakan di Tonga. Pasalnya, negara kepulauan itu telah terisolasi dari belahan dunia lainnya akibat erupsi gunung berapi bawah laut yang memicu tsunami dan awan abu.

Dilansir dari Reuters, Perdana Menteri Australia Scott Morrison berjanji memberikan bantuan untuk Tonga sedini mungkin. Namun, abu gunung berapi telah menghambat upayanya.

"Ada banyak tantangan di sana akibat awan abu dan gangguan komunikasi. Jadi, kami bekerja sama untuk mendapatkan dukungan sebanyak mungkin ke Tonga," kata Morrison.

baca juga:

Sementara itu, menurut Menteri Australia Urusan Pasifik, Zed Seselja, laporan awal menunjukkan tak ada korban massal dan kondisi bandara terlihat relatif baik. Namun, ada kerusakan signifikan pada jalan dan jembatan. Australia pun bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS), Selandia Baru, Prancis, dan negara lainnya untuk mengoordinasikan tanggap bencana.

Gunung berapi Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai di lepas pantai Tonga meletus pada Sabtu (15/1). Erupsi tersebut juga memicu tsunami di pantai Tonga dan memutus saluran telepon dan internet di seluruh pulau. Karena komunikasi masih terbatas, belum ada laporan resmi tentang kematian atau korban cedera di negara tersebut.

Menurut Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, tsunami berdampak signifikan pada infrastruktur. Palang Merah pun mengatakan sedang memobilisasi jaringan regionalnya untuk merespons erupsi gunung berapi terburuk yang pernah terjadi di Pasifik dalam beberapa dekade ini.

"Palang Merah saat ini punya persediaan bantuan yang cukup untuk mendukung 1.200 rumah tangga di negara ini dengan barang-barang penting, seperti terpal, selimut, peralatan dapur, peralatan tempat pengungsian, dan peralatan kebersihan," terang Katie Greenwood, kepala delegasi Pasifik IFRC.

Namun, dikhawatirkan masyarakat tak bisa mengakses air minum yang aman akibat tercemar hujan abu dan genangan air asin yang disebabkan gelombang tsunami. Tempat pengungsian juga menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat di dekat garis pantai. Menurut twit Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, kantor-kantor PBB di Pasifik bersiaga untuk memberikan bantuan.[]