News

Australia Alami Hari Paling Mematikan dalam Pandemi Covid-19, Begini Kondisinya Sekarang

Tercatat 98 kematian dalam sehari pada Jumat (28/1), melebihi rekor tertinggi pandemi di angka 87 pada 2 hari yang lalu.


Australia Alami Hari Paling Mematikan dalam Pandemi Covid-19, Begini Kondisinya Sekarang
Lebih dari 93 persen populasi orang dewasa di Australia telah divaksin 2 dosis, sedangkan dua pertiga warga yang memenuhi syarat telah disuntik dosis booster. (Foto: The Peninsula Qatar) ()

AKURAT.CO Australia mengalami hari paling mematikan dalam pandemi Covid-19 dengan hampir 100 kematian pada Jumat (28/1). Meski begitu, sejumlah negara bagian memperkirakan keterisian rumah sakit akan turun dan berharap gelombang infeksi terbaru ini akan mulai mereda.

Dilansir dari Reuters, jumlah infeksi Covid-19 meledak selama 4 pekan terakhir dengan sekitar 2 juta kasus tercatat. Ledakan ini dipicu oleh varian Omicron yang menyebar cepat. Padahal, sebelumnya, Australia hanya mencatat 400 ribu kasus sejak pandemi pertama kali melanda negara tersebut hampir 2 tahun lalu.

Meski terjadi ledakan infeksi, tingkat rawat inap telah stabil dalam beberapa hari terakhir. Situasi ini pun meningkatkan harapan bahwa yang terburuk telah berakhir.

baca juga:

"Secara umum situasinya stabil. Kami juga memperkirakan penurunan kasus rawat inap lebih lanjut," kata Kepala Dinas Kesehatan Negara Bagian Queensland John Gerrard.

Kasus rawat inap di Queensland pun turun untuk hari ketiga berturut-turut menjadi 818. Namun, Gerrard memperingatkan kepada 5 juta penduduk di negara bagian itu bahwa pandemi masih jauh dari selesai.

"Jadi, jangan pergi keluar dan merayakannya. Meski begitu, ini tetap berita bagus," tambahnya.

Angka rawat inap masih stabil di kisaran 5 ribu selama beberapa hari terakhir. Puncaknya berada di bawah 5.400 pada Selasa (25/1).

Menurut pemodelan baru yang dirilis New South Wales, negara bagian terpadat, jumlah pasien di ICU berada di bawah prediksi dalam skenario terbaik.

Sebanyak 98 kematian terdaftar di Australia pada Jumat (28/1) sore, melebihi rekor tertinggi pandemi di angka 87 pada 2 hari yang lalu. Total kematian Covid-19 di sana pun menjadi 3.500 sejak pandemi dimulai, jauh lebih rendah daripada angka yang terlihat di banyak negara yang sebanding.

Australia juga menjadi salah satu negara dengan tingkat vaksinasi Covid-19 tertinggi di dunia. Lebih dari 93 persen populasi orang dewasanya telah divaksin 2 dosis, sedangkan dua pertiga warga Australia yang memenuhi syarat telah disuntik dosis booster, menurut data resmi.

Badan Barang-barang Terapeutik (TGA), regulator obat-obatan Australia, pada Jumat (28/1) memperluas kelayakan booster menjadi minimal usia 16-17 tahun, serupa dengan Amerika Serikat, Israel, dan Inggris.[]