News

Aturan Ganjil-Genap Berlaku di Obyek Wisata DIY

Tidak menutup kemungkinan nantinya aturan ini diterapkan di destinasi wisata lain


Aturan Ganjil-Genap Berlaku di Obyek Wisata DIY
Tebing Breksi di Yogyakarta (AKURAT.CO/ABDUL HARIS)

AKURAT.CO, Aturan ganjil-genap diterapkan di pintu masuk tiga destinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang melakukan uji coba operasi selama kebijakan PPKM level 3.

Ketiga destinasi tersebut antara lain Gembira Loka Zoo di Kota Yogyakarta, Taman Tebing Breksi di Kabupaten Sleman, dan Hutan Pinus Sari Mangunan di Bantul.

"Meski di dalam kondisi level 3, kegiatan masyarakat tidak sepenuhnya bebas. Ada upaya-upaya pembatasan di mana upaya pembatasan tersebut salah satu metodenya adalah ganjil-genap," kata Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Iwan Saktiadi dalam keterangannya, Jumat (17/9/2021).

Iwan berujar, aturan ini tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 42 Tahun 2021 Tentang PPKM Level 2, level 3 dan level 4 di Jawa-Bali. Ganjil-genap berlaku di setiap akhir pekan.

"Masyarakat yang akan berkunjung ke wisata tersebut harap perhatikan tanggalnya. Mana kala Anda akan berkunjung tanggal genap Sabtu, maka kendaraan yang boleh masuk hanya kendaraan nomor polisi genap," papar Iwan.

"Pun demikian pada hari Minggunya tanggal ganjil, pelat nomor ganjil lah yang berhak masuk lokasi wisata," sambungnya.

Menurut Iwan, tidak menutup kemungkinan nantinya aturan ini diterapkan di destinasi wisata lain yang menyusul ke tahap uji coba operasi di masa pandemi Covid-19 dan PPKM berlevel.

Persyaratan lainnya yang harus dipenuhi, kata Iwan, yakni wisatawan wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi untuk pemindaian kode QR di pintu masuk destinasi wisata. Termasuk aplikasi Visiting Jogja guna keperluan reservasi.

"Nanti akan ada petugas yang memeriksa, gabungan TNI, Polri, pariwisata, Satpol PP, dan Dishub," ujar Iwan.

Kepada masyarakat yang melanggar aturan ganjil-genap atau belum memenuhi persyaratan lainnya, maka petugas-petugas di lokasi bakal menghalau mereka masuk.

"Hanya kita batasi, tidak masuk, tidak ada sanksi hukum. Masih pengenalan ketentuan dengan sanksi teguran atau memperingatkan untuk kembali dan tidak memasuki (obyek wisata)," tutup Mantan Kapolres Sukoharjo ini. []