Olahraga

Atlet yang Lakukan Gerakan Simbolis Kesetaraan Ras akan Dihukum

IOC melarang atlet melakukan gerakan berlutut atau mengepalkan tangan dalam upacara atau saat penyerahan medali Olimpiade Tokyo 2020.


Atlet yang Lakukan Gerakan Simbolis Kesetaraan Ras akan Dihukum
Atlet Anggar Amerika Serikat, Race Imboden berlutut dalam upacara pengalungan medali di kejuaraan Pan_American Games (Getty Images/Leonardo Fernandez)

AKURAT.CO, Di latarbelakangi gerakan Black Lives Matter yang memprotes ketidakadilan rasial, dukungan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir untuk meminta perubahan aturan yang memungkinkan atlet menyampailan protesnya pada Olimpiade Tokyo 2020.

Namun, Komite Olimpiade Internasional (IOC) tetap mempertahankan larangan mereka terhadap segala bentuk protes yang kemungkinan dilakukan atlet di dalam stadion saat upacara dan saat berada di atas podium penyerahan medali.

Dikutip laman The Guardian, nantinya selama Olimpiade Tokyo 2020, atlet akan dilarang berlutut atau mengangkat tangan dengan keadaan terkepal yang secara simbolis menandakan dukungan mereka atas kesetaraan ras.

Aturan 50 IOC melarang segala jenis bentuk demonstrasi atau propaganda politik, agama atau ras di tempat-tempat dan area Olimpiade, yang akan tetap dipertahankan IOC setelah berkonsultasi dengan para atlet.

Ketua Komisi Atlet IOC, Kirsty Coventry, yang memimpin peninjauan aturan tersebut, mengatakan 70 persen atlet yang diajak berkonsultasi menentang protes apa pun dalam bidang permainan, podium, atau upacara.

Rekomendasi IOC adalah hasil dari proses konsultasi yang dimulai pada Juni 2020 dengan melibatkan lebih dari 3.500 atlet. Coventry bahkan mengatakan atlet yang membuat pernyataan dengan berlutut atau mengangkat tangan akan mendapat hukuman.

Namun, menurutnya atlet masih dapat berbagi pandangan pada konfrensi pers, tetapi dalam dokumen Komisi Atlet ICO, atlet diingatkan bahwa kebebasan berbicara mereka tidak mutlak dan mungkin dibatasi di bawah batasan tertentu.

Dian Eko Prasetio

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu