Ekonomi

Asyik, Pasar Rakyat Kembali Buka! Ini Aturan Operasionalnya

operasional pasar rakyat di wilayah jawa-bali dibuka bertahap sesuai dengan ketentuan PPKM level 4 hingga 2 Agustus 2021.


Asyik, Pasar Rakyat Kembali Buka! Ini Aturan Operasionalnya
Pasar Rakyat di Depok (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan operasional pasar rakyat di wilayah jawa-bali dibuka bertahap sesuai dengan ketentuan PPKM level 4 hingga 2 Agustus 2021.

Di PPKM Level 4 perpanjangan yang dimulai pada 26 Juli 2021 ini, pemerintah memutuskanmembuka bertahap kegiatan operasional perdagangan di pasar rakyat dan kegiatan perdagangan lainnya untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

“Mulai hari ini, pemerintah akan membuka bertahap aktivitas perdagangan dengan tetapmempertimbangkan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19,” ujar Mendag Lutfi saat konfernsi pers virtual, Senin (26/7/2021).

Pengaturan pembukaan aktivitas perdagangan secara bertahap adalah Pasar rakyat yang menjual barang kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan buka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.

Kemudian pasar rakyat selain yang menjual barang kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan buka sampaipukul 15.00 dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen;

Sedangkan pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lain yang sejenis diizinkan bukasampai pukul 21.00

Untuk Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usahadi ruang terbuka diizinkan buka sampai pukul 20.00 dan maksimum waktu makan untuk setiappengunjung 20 menit.

Kegiatan operasional perdagangan tersebut dilakukan dengan penerapan protokol kesehatansecara ketat yang pengaturan teknisnya ditetapkan oleh pemerintah daerah.

“Pembukaan aktivitas perdagangan secara bertahap dilakukan di pasar rakyat, baik untuk yangmenjual bapok maupun barang lainnya, serta bagi pedagang kaki lima, toko kelontong, warungmakan, dan usaha kecil lainnya yang sejenis, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketatyang akan diatur secara teknis oleh masing-masing pemerintah daerah,” pungkas Lutfi.