Ekonomi

Asrama Haji Pondok Gede Disulap Jadi RS Darurat Covid-19

Kemenag-Kementerian BUMN mengalihfungsikan Asrama Haji Pondok Gede, Jaktim, menjadi lokasi perawatan pasien pandemi Covid-19.


Asrama Haji Pondok Gede Disulap Jadi RS Darurat Covid-19
Petugas medis beraktivitas di salah satu ruangan di Rumah Sakit Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (13/5/2020). Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menyetujui penggunaan Asrama Haji Pondok Gede dan Bekasi untuk isolasi para pekerja migran, pelajar, dan jemaah tablig akbar yang baru pulang dari luar negeri. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Kementerian Agama bersama Kementerian BUMN mengalihfungsikan Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, untuk menjadi lokasi perawatan pasien pandemi Covid-19. Sinergi Kementerian Agama dan BUMN digagas oleh kedua menteri Yaqut Cholil Qoumas dan Erick Thohir.

Asrama Haji yang di bawah Kementerian Agama telah siap segala fasilitas untuk merawat dan isolasi pasien. Di sisi lain, Kementerian BUMN menyiapkan fasilitas dan tenaga kesehatan. Langkah taktis ini menjadi salah satu antisipasi cepat yang dilakukan pemerintah guna menjamin ketersediaan ruang perawatan.

Di sisi lain, langkah ini juga jadi ijtihad kemuatan untuk bersama-sama segenap bangsa untuk bersama menghadapi Covid.

"Alhamdulillah, kami bersama dengan Kementerian Agama dipimpin langsung oleh Gus Yaqut, telah siap untuk menyediakan fasilitas perawatan baru di Asrama Haji. Ini menjadi wujud semangat bersama keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan," ujar Erick dalam keterangan persnya, Jakarta, Kamis (24/6/2021). 

Menurut Erick, belajar dari keberhasilan menyiapkan fasilitas Wisma Atlet, dia pun optimistis Asrama Haji akan menjadi solusi yang menjamin ketersediaan lokasi perawatan dan isolasi bagi masyarakat.

"Tentu ini semua adalah antisipasi. Harapan bersama kami juga jajaran Kementerian Agama bersama Pak Menteri Agama tentu agar keterisian kamar isolasi dan perawatan bisa terus berkurang dengan harapan kita semua bisa melalui pandemi ini," tukas Erick.

Hari ini kasus Covid-19 dilaporkan bertambah dan sudah mencapai 20.574 dalam sehari, pada Kamis (24/6/2021). Di mana sebelumnya pada 23 Juni ada 15.308 kasus dalam sehari.

Sehingga, total kasus COVID-19 di Indonesia saat ini sebanyak 2.053.995 kasus. 

Dari jumlah tersebut ada 171.542 sebanyak merupakan kasus aktif. Kemudian, sebanyak 355 orang meninggal dunia akibat Covid-19.

Jumlah suspek COVID-19 kini sebanyak 126.696 orang.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan PPKM mikro masih menjadi pilihan yang tepat untuk menangani penyebaran COVID-19 di Indonesia. PPKM mikro dipilih dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi, sosial, dan politik di Indonesia.

"Pemerintah telah mempelajari berbagai opsi penanganan COVID-19 dengan memperhitungkan kondisi ekonomi, kondisi sosial, kondisi politik di negara kita Indonesia dan juga pengalaman-pengalaman dari negara lain dan pemerintah telah memutuskan PPKM mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk menghentikan laju penularan COVID-19 hingga ke tingkat desa atau langsung ke akar masalah, yaitu komunitas," kata Jokowi.

Demi mencegah penularan Covid-19, masyarakat diimbau untuk selalu mencuci tangan setelah menyentuh berbagai benda di tempat umum yang berpotensi disentuh banyak orang. 

Bila menggunakan masker secara benar sudah dilakukan dan mencuci tangan sudah rutin dilakukan, upaya lain yang harus digalakkan adalah menjaga jarak. Menjaga jarak ini juga cukup efektif untuk pencegahan penularan Covid-19.

Meski paling efektif mencegah penularan Virus Corona (Covid-19), aktivitas menjaga jarak kerap kali sulit dilakukan. Misalnya di transportasi umum karena keterbatasan ruang. Untuk itu, jaga jarak juga mesti dibekali dengan pakai masker agar efektif.

Tak hanya itu saja, sebisa mungkin masyarakat harus menghindari kerumunan yang berpotensi mempersempit ruang jaga jarak dengan orang lain yang tidak dikenal. []