News

ASN Dilarang Cuti, 7 Fakta Aturan PPKM Level 3 pada Nataru

Fakta PPKM Level 3 pada liburan Nataru.


ASN Dilarang Cuti, 7 Fakta Aturan PPKM Level 3 pada Nataru
Pengunjung saat melakukan pendaftaran melalui scan barcode PeduliLindungi sebelum masuk kekawasan Wisata Kota Tua, Jakarta Barat, Minggu (30/10/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah resmi dirilis oleh pemerintah. Nantinya, aturan yang dijalankan demi mencegah gelombang 3 karena libur Natal dan Tahun Baru ini akan dimulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumah fakta penting terkait PPKM libur Nataru. 

1. Boleh melakukan perjalanan

Dalam rentang waktu tersebut, pemerintah dan warga sekitar disarankan untuk memberikan informasi terkait peniadaan mudik kepada masyarakat perantau karena pemerintah melarang mudik. Meski begitu, perjalanan ke luar daerah boleh dilakukan namun harus melakukan tes PCR atau Raid Tes Antgen atau menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Bagi yang melakukan perjalanan diwajibkan melakukan karantina. 

2. Pelaksanaan ibadah di hari Natal dilakukan hibrid

Dalam aturan yang baru, pemerintah memberikan arahan bagi gereja untuk membentuk Satgas Prokes COVID-19 yang berkoordinasi dengan Satgas COVID19 daerah. Selain itu, perayaan disarankan untuk dlakukan secara sederhana dan menekankan persekutuan di keluarga.

Ibadah juga dilakukan dengan cara hibrid yaitu secara kolektif di gereja dan secara daring. Sedangkan jumlah umat yang menghadiri gereja tidak boleh melebihi 50 persen kapasitas total. Satgas COVID-19 juga harus melakukan prokes secara ketat. 

3. Mal buka hingga pukul 22.00

Operasional mal selama periode Natal dan Tahun Baru dimulai pada pukul 09.00 hingga 22.00 WIB dengan kapasitas maksimal 50 persen. Namun, apapun kegiatan perayaan di mal tidak diizinkan.

Selain itu, pengunjung wajib menggunakan aplikasi PeduliiLindungi. Boskop juga masih boleh beroperasi dengan 50 persen kapasitas. 

4. Tempat wisata terapkan ganjil genap

Satgas juga disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan di sejumlah kota wisata, seperti Bali, Bandung, Bogor, Malang, hingga Yogyakarta. Selain menerapkan prokes ketat dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi dan berbagai prokes lainnya, tempat wisata juga diwajibkan untuk memberlakukan aturan ganjil genap dan membatasi jumlah wisatawan hanya maksimal 50 persen kapasitas total.

5. Perayaan dilarang

Segala bentuk perayaan Tahun Baru baik di tempat wisata atau mal dilarang selama penerapan PPKM level 3 tersebut. Perayaan boleh dlakukan namun di rumah bersama keluarga dan disarankan untuk selalu waspada dengan berbagai potensi bencana.

Selain itu, pemerintah juga membatasi kegiatan seni budaya dan tradisi baik keagamaan maupun non-keagamaan di berbagai tempat wisata. 

6. Sekolah dilarang beri libur

Selain itu, pemerintah juga mengimbau kepada sekolah untuk tidak meberikan libur khusus kepada siswa-siswinya selama libur Natal dan Tahun Baru. Pemerintah juga mengatur terkait pembagian rapot semester 1 yang disarankan untuk dilakukan di bulan Januari 2022. 

7. ASN dilarang cuti

Pemerintah juga memberikan larangan tegas kepada ASN, TNI, Polri, hingga karyawan BUMN dan karyawan swasta untuk mengambil cuti selama libur Natal dan Tahun Baru. Imbauan ini juga diberlakukan kepada buruh untuk menunda pengambilan cuti. Sedangkan acara pernikahan bisa tetap dilakukan sesuai dengan aturan PPKM level 3. 

Kegiatan seni budaya dan olahraga ditiadakan mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Selain itu, alun-alun juga diimbau untuk ditutup mulai tanggal 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022. []