Rahmah

Asma binti Umais, Wanita Rendah Hati yang Pernah Hijrah Dua Kali

Meskipun Rasulullah SAW memuji Asma binti Umais sebagai muhajirin dua kali, namun dirinya tetap rendah hati.


Asma binti Umais, Wanita Rendah Hati yang Pernah Hijrah Dua Kali
Ilustrasi Perempuan (Republika)

AKURAT.CO Salah satu muslimah atau sahabiah yang pernah hijrah ke Habasyah sebelum hijrah ke Madinah adalah Asma binti Umais. Pada suatu waktu, Asma mengunjungi Ummul Mukminin Hafshah RA, yang pernah sama-sama berhijrah ke Habasyah. Kebetulan pada saat itu ada Umar bin Khattab dan bertanya kepada Hafshah siapakah wanita tersebut, kemudian Hafshah menjawab, “Dia adalah Asma binti Umais!!”

Umar bin Khattab kembali bertanya, "Apakah yang berhijrah ke Habasyah dan berlayar di lautan itu?".

Asma pun mengiyakan pertanyaan tersebut. Sehingga Umar berkata lagi, "Kami telah mendahului kalian dalam berhijrah (ke Madinah), sehingga kami lebih berhak kepada Rasulullah dari kalian,".

Ternyata Asma tidak terima atas pernyataan Umar yang bernada kebanggaan tersebut. Kemudian ia berkata, "Tidak benar seperti itu, demi Allah, kalian bersama Nabi SAW, sehingga beliau selalu memberi makan kepada kalian yang lapar, memberi nasehat kepada kalian yang bodoh. Sementara kami berada di negeri yang jauh dari orang-orang Islam lainnya dan membencinya, semata-mata karena Allah dan RasulNya."

Dengan begitu, Asma bersumpah, "Demi Allah, aku tidak akan makan dan minum hingga aku menceritakan perkara ini kepada Rasulullah SAW. Demi Allah aku tidak akan berdusta dan menambah-nambahkannya ketika menceritakan hal ini kepada beliau."

Asma lalu menceritakan perbedaan pendapat antara dirinya dan Umar dengan lengkap dan terperinci kepada Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Umar tidak lebih berhak kepadaku daripada kalian, karena ia dan sahabat-sahabatnya hanya berhijrah sekali, sementara kalian turut serta dalam rombongan perahu dan berhijrah dua kali."

Atas jawaban Rasulullah SAW tersebut, Asma sangat puas. Meskipun Rasulullah SAW memujinya sebagai muhajirin dua kali, namun tidak membuatnya menjadi sombong. Justru membuatnya menambah kecintaannya Rasulullah SAW dan Islam.

Kemudian dari kaum Asyariyyin, Abu Musa al Asyary dan lainnya, ketika mendengar peristiwa Asma dan Umar tersebut, segera mendatangi Asma, dan memintanya untukku menceritakan lagi secara berulang-ulang. Tampaknya ia juga merasa bangga karena mereka bersama-sama dalam satu kapal dengan para sahabat yang berhijrah dari Habasyah ke Kota Madinah tersebut. Subhanallah. []