Rahmah

Asma binti Abu Bakar, Wanita Perkasa yang Digelari Dzaatun Nithaaqain

Asma binti Abu Bakar merupakan putri Abu Bakar dari istrinya, Qutailah binti Abdul Uzza al Amiriyyah yang telah diceraikan semasa jahiliah.


Asma binti Abu Bakar, Wanita Perkasa yang Digelari Dzaatun Nithaaqain
Ilustrasi Perempuan (Jatim Times)

AKURAT.CO Salah satu putri Abu Bakar Ash Shiddiq adalah Asma binti Abu Bakar. Ia merupakan istri dari Qutailah binti Abdul Uzza al Amiriyyah, yaitu istri Abu Bakar yang sudah diceraikan pada masa jahiliah. Diketahui, Asma binti Abu Bakar lebih tua sepuluh tahun dari adiknya Aisyah RA, yakni salah satu dari Ummahatul Mukminin.

Pada saat Abu Bakar dan Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah, dirinya dan Rasulullah SAW bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari. Saat itu, kaum Quraisy yang kehilangan jejak Abu Bakar dan Rasulullah SAW mendatangi rumah Abu Bakar. Ketika pintu dibuka oleh Asma binti Abu Bakar, Abu Jahal berkata, "Dimana ayahmu??"

Asma menjawab, "Demi Allah, aku tidak tahu di mana ayahku berada…!!"

Kala itu, Abu Jahal sangat marah dengan jawaban yang sangat singkat itu. Ia lalu mengangkat tangannya dan menampar pipi Asma dengan kerasnya sehingga anting-antingnya terlepas. Tak lama setelah itu, mereka pergi dan memerintahkan untuk memblokade semua jalan keluar dari Makkah.

Beberapa saat kemudian, kakeknya Abu Quhafah, yaitu ayah dari Abu Bakar, mendatangi cucunya tersebut karena ia mendengar bahwa Abu Bakar telah meninggalkan Kota Makkah. Ia merasa khawatir bila cucu-cucunya terlantar setelah ditinggal pergi ayahnya.

Kemudian ia menanyakan kepada Asma tentang harta yang ditinggalkan untuk biaya kehidupan mereka. Begitu juga dengan Asma yang sangat memahami kekhawatiran yang dirasakan oleh kakeknya ini. 

Sebab, sebenarnya Abu Bakar telah membawa hampir semua harta kekayaannya sebanyak 6.000 dirham. Karena hal tersebut, ia bersiasat untuk menenangkan hati kakeknya. 

Asma lalu meletakkan batu kerikil di lubang penyimpanan uang ayahnya dan menutupinya dengan sebuah kain. Setelah itu ia menuntun kakeknya yang telah buta tersebut dan meletakkan tangannya di lubang penyimpanan uang tersebut, sambil berkata, "Inilah harta yang ditinggalkan untuk kami, Kakek!!"

Sang kakek Asma pun meraba kerikil yang tertutup kain dalam lubang penyimpanan tersebut. Ia menganggapnya sebagai uang dirham yang cukup banyak. Sehingga, ia berkata, "Baguslah kalau ia meninggalkan ini untuk kalian…!!"

Ketika sudah bersembunyi selama tiga hari di Gua Tsur, Rasulullah SAW dan Abu Bakar memutuskan untuk berangkat ke Madinah. Sebagai anak yang berbakti kepada orang tua, Asma lalu mempersiapkan perbekalan, makanan dan minuman untuk perjalanan Rasulullah SAW dan ayahnya, lalu membawanya ke Gua Tsur. 

Akan tetapi, ia lupa tidak membawa tali untuk mengikatkan perbekalan tersebut ke tunggangan, sehingga ia membelah dua ikat pinggangnya. Satu potong itu digunakan untuk mengikat perbekalan ke tunggangan, sedangkan satunya lagi dipakai sebagai ikat pinggang. 

Ketika melihat apa yang dilakukan Asma ini, Rasulullah SAW lalu menggelarinya "Dzaatun Nithaaqain" (yang memiliki dua ikat pinggang).

Ternyata, semua peristiwa itu terjadi ketika Asma dalam keadaan hami.  Bahkan suaminya, Zubair bin Awwam telah lebih dulu hijrah bersama kaum Muslimin lainnya, sebagaimana perintah Rasulullah SAW. 

Begitu besar pengorbanan dari wanita perkasa bernama Asma ini. Dan semua itu dilakukannya dengan ringan dan ikhlas, karena kecintaannya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Wallahu A'lam Bishawab. []