Olahraga

Asisten Pelatih Akui Fadia/Ribka sudah Punya Mental di Level Internasional


Asisten Pelatih Akui Fadia/Ribka sudah Punya Mental di Level Internasional
Pasangan ganda putri Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva di PBSI Home Tournament 2020, di Pelatnas PB PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (16/7/2020). (FOTO/PB PBSI)

AKURAT.CO, Pasangan ganda putri Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto sudah punya mental yang cukup untuk bersaing di level internasional. Mereka cuma butuh waktu mematangkan teknik untuk mendukung mental itu.

Asisten Pelatih Ganda Putri Chafizd Yusuf mengatakan bahwa Fadia/Ribka menjadi salah satu pasangan yang sudah punya kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi pemain bagus. Mereka cuma membenahi beberapa faktor teknis jika untuk mendapat level terbaik.

“Kalau masalah mental, mereka sebenarnya sudah punya dasar. Namun, kalau untuk menjadi pemain kelas dunia, jelas masalah fisik perlu ditingkatkan,” ujar Chafidz Yusuf ketika dihubungi AKURAT.CO, Kamis (23/7) siang WIB.

Fadia/Ribka adalah pasangan yang diproyeksikan menjadi penerus pasangan terbaik saat ini, yakni Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Pasangan peringkat ke-32 dunia itu dinilai paling potensial dari semua ganda putri.

Sebenarnya, Indonesia masih punya pasangan di peringkat teratas di rangking BWF. Pasangan itu adalah Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta, yang menduduki posisi ke-19 dunia saat ini.

Akan tetapi, jika melihat potensi yang dimiliki, maka Fadia/Ribka dinilai cukup berpeluang menjadi yang terbaik. Hanya saja mereka masih butuh memperbaiki beberapa permasalahan teknis untuk memasuki rangking papan atas.

“Kalau Fadia/Ribka di teknis, di fisik, staminanya, daya tahan, power mereka, itu yang harus terus kami tingkatkan,” kata Chafidz Yusuf. 

Indonesia selama ini masih mengandalkan Greysia/Apriyani di kejuaraan-kejuaraan besar. Sayangnya, mereka kadang tampil kurang konsisten bilang menghadapi pasangan lainnya.

Awal tahun ini, Greysia/Apriyani sukses menyabet gelar di Indonesia Master. Namun, penampilang mereka di All England pada Maret lalu tidak sesuai harapan setelah kandas di babak pertama.[]