Ekonomi

Asik, Telkom Bakal Tebar Dividen Rp14,86 Triliun di Tahun Ini!

Telkom memutuskan akan membagi dividen sebesar Rp14,86 triliun atau Rp149,97 per lembar kepada para pemegang saham


Asik, Telkom Bakal Tebar Dividen Rp14,86 Triliun di Tahun Ini!
PT Telkom (telkom.co.id)

AKURAT.CO, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) memutuskan akan membagi dividen sebesar Rp14,86 triliun atau Rp149,97 per lembar kepada para pemegang saham. Angka tersebut merupakan 60 persen dari laba bersih perseroan yang diperoleh pada tahun 2021.

Adapun keputusan tersebut diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat (27/5/2022).

"Tadi sudah sangat clear disampaikan akan dibagikan dividen total Rp14,86 triliun atau 60 persen dari perolehan laba bersih dari 2021 sebesar Rp149 per lembar," ujar Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam konferensi pers virtual, Jumat (27/5/2022).

baca juga:

Ririek Adriansyah mengatakan 40 persen daripada laba bersih perseroan selama 2021 atau Rp9,90 triliun akan ditahan untuk pengembangan bisnis perusahaan pada 2022.

Dengan besaran dividen tersebut, dividen yang akan diterima sebesar Rp149,97 per lembar saham dimana pembayaran dividen 2021 akan dibayarkan 1 Juli 2022.

"Ke depan masih banyak program Telkom yang akan dijalankan ke depan sebagai bagian dari transformasi Telkom Group untuk jadi pilihan masyarakat," tutur Ririek.

Ririek menyebut, pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah yang namanya tercatat dalam pemegang saham perseroan pada penutupan perdagangan per tanggal 9 juni 2022.

Dari segmen mobile, anak perusahaan Telkom, Telkomsel mampu mempertahankan posisi sebagai operator seluler terdepan di Indonesia yang melayani 176,0 juta pelanggan, di mana 120,5 juta di antaranya merupakan pengguna mobile data. Ririek percaya kedepannya, Telkom akan tetap memiliki prospek utama dan pertumbuhan yang cukup baik.

" Kami percaya, di masa depan Telkom akan tetap memiliki prospek usaha dan pertumbuhan yang baik, seiring tiga pilar bisnis tersebut yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat demi memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi perusahaan untuk terwujudnya kedaulatan digital Indonesia," jelas Ririek.