Ekonomi

Aset BRI Tembus Rp1.678 Triliun, Tumbuh 4,23 Persen

Dirut: Dengan fundamental kinerja BRI yang semakin sehat dan kuat, kami optimistis di tahun ini akan menuai kinerja yang lebih baik.


Aset BRI Tembus Rp1.678 Triliun, Tumbuh 4,23 Persen
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso (Humas Bank Rakyat Indonesia)

AKURAT.CO, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) mencatatkan pertumbuhan aset konsolidasi hingga kuartal IV 2021 sebesar Rp1.678,10 triliun atau tumbuh 4,23 persen yoy.

Direktur Utama perseroan Sunarso menjelaskan, terkait dengan bergabungnya PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani atau PNM, laporan keuangan konsolidasian BRI tahun 2021 telah memberlakukan metode penyatuan kepemilikan sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 38 (Revisi 2012) tentang “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.

“Di mana untuk penyajian transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali tersebut (dalam hal ini laporan keuangan periode tahun 2020 dan tahun 2021) disajikan seakan-akan penggabungan usaha tersebut terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian,” ujarnya dalam pemaparan kinerja keuangan Triwulan IV 2021 yang juga digelar secara virtual, Kamis (3/2/2022).

baca juga:

Adapun untuk total kredit dan pembiayaan BRI Group telah menembus seribu triliun rupiah, tepatnya sebesar Rp.1.042,87 triliun. Apabila dirinci, segmen mikro tercatat mendominasi penyaluran kredit dan pembiayaan BRI dengan nominal sebesar Rp.483,89 triliun, segmen kecil dan menengah sebesar Rp.240,35 triliun, segmen korporasi sebesar Rp.168,27 triliun dan segmen konsumer sebesar Rp.150,35 triliun.

“Proporsi kredit UMKM BRI pun terus merangkak naik, dimana sebesar 83,86 persen dari total penyaluran kredit BRI disalurkan kepada segmen UMKM. Angka ini meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dan BRI akan terus meningkatkan proporsi tersebut hingga mencapai 85 persen,” urai Sunarso.

Kemampuan BRI dalam menyalurkan kredit dan pembiayaan juga didukung dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat. LDR bank secara tercatat 83,53%, dengan CAR 27,25%.

Likuiditas BRI Group yang memadai tak terlepas dari raihan Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI secara dengan total Rp.1.138,74 triliun pada akhir Desember 2021. Apabila dirinci, Tabungan mendominasi sebesar Rp.497,68 triliun, Giro tercatat sebesar Rp.220,59 triliun, dan Deposito sebesar Rp.420,48 triliun. Fokus BRI mengakselerasi kemampuan dalam menghimpun dana murah membuat rasio CASA meningkat menjadi 63,08% pada akhir Desember 2021, angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar 59,66%.

“Keberhasilan BRI dalam memperbaiki struktur pendanaan membuat beban bunga BRI turun sebesar 25,54% yoy. Kedepan, BRI pun akan terus mendorong peningkatan dana murah sebagai sumber pendanaan,” jelas Sunarso.

Seiring dangan peran sebagai kreator economic value, BRI juga terus menciptakan nilai tambah dari aspek sosial atau social value kepada seluruh stakeholders. “Sebagai First Mover on Sustainable Finance in Indonesia, sebesar 65,5% dari total kredit BRI atau setara dengan Rp.617,8 triliun disalurkan kepada aktivitas bisnis yang berkelanjutan (Sustainable Business Activities) dan angka tersebut tumbuh sebesar 12,2% secara year on year. Hal ini menjadikan BRI sebagai bank dengan portofolio kredit untuk bisnis yang berkelanjutan terbesar di Indonesia,” jelas Sunarso.