Ekonomi

ASDP Terapkan Pembayaran Non Tunai di 17 Pelabuhan Penyebrangan, Berikut Daftarnya!

ASDP: Kami konsisten lakukan digitalisasi ini secara bertahap. Tahun ini rencana 17 pelabuhan terimplementasikan sistem pembayaran non tunai (cashless).


ASDP Terapkan Pembayaran Non Tunai di 17 Pelabuhan Penyebrangan, Berikut Daftarnya!
PT ASDP (Persero) memberangkatkan sejumlah Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Drajat Paciran dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Taipa, Palu, pada Rabu (3/10). (INSTAGRAM/kementerianbumn)

AKURAT.CO, Memperluas digitalisasi penyebrangan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menambah channel pembayaran secara non-Tunai (cashless) pada 17 pelabuhan penyeberangan. 

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, tahun ini adan 17 Pelabuhan yang ditargetkan sudah menerapkan pembayaran cashless.

"17 pelabuhan tersebut diantaranya, Pelabuhan Bira dan Pamatata (Selayar),Pelabuhan Jepara dan Karimunjawa (Jepara), Pelabuhan Batulicin dan Tanjung Serdang (Batulicin), Pelabuhan Bajoe dan Kolaka (Bajoe), Pelabuhan Sape dan Labuan Bajo (Sape), Pelabuhan Tanjung Kelian (Bangka), Pelabuhan Hunimua, Waipirit, Galala dan Namlea (Ambon), Pelabuhan Pagimana (Luwuk), dan Pelabuhan Mamuju (Balikpapan)," ujar Shelvy dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (8/2/2022).

baca juga:

Shelvy mengatakan, ASDP menerapkan metode pembayaran Non Tunai, yang terdiri dari payment link melalui opsi layanan Virtual Account, lalu kartu uang elektronik dari BRI, Mandiri, BNI dan BCA, serta layanan Dompet Elektronik dari OVO, ShopeePay, LinkAja dan Dana. 

"Kami konsisten lakukan digitalisasi ini secara bertahap. Tahun ini rencana 17 pelabuhan terimplementasikan. Dalam waktu dekat ini, target kita ke Jepara, Batulicin dan Bajoe," ujarnya.

Menurutnya, ASDP terus mengakselerasi dan memperluas program cashless ke seluruh Cabang ASDP guna meningkatkan pengalaman penumpang dan perluasan metode pembayaran tiket ferry. 

Adapun penerapan metode pembayaran Non-Tunai ini sangat bermanfaat bagi pengguna jasa salah satunya adalah memberikan rasa aman dan nyaman dengan adanya standar pengisian data diri yang lengkap terhadap jaminan asuransi dan kelengkapan manifest penyeberangan. 

Selain itu, dengan cashless transaksi pembayaran mudah, praktis, terhindar dari uang palsu serta mendukung protokol kesehatan Covid-19 untuk mencegah penularan karena meminimalisir kontak dengan petugas loket. 

"Ketiga, proses transaksi di tollgate lebih ringkas dan cepat serta pengguna jasa dapat lebih nyaman, teratur dan tertib, tidak perlu lagi antri di pelabuhan," jelasnya.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi