Ekonomi

AS Tetap Akan Jatuhkan Sanksi Perbankan untuk Korut


AS Tetap Akan Jatuhkan Sanksi Perbankan untuk Korut
Kim Jong-un dan Donald Trump berpose sebelum pertemuan mereka selama KTT AS-Korea Utara kedua di Metropole Hotel di Hanoi, Vietnam, 27 Februari 2019 (REUTERS)

AKURAT.CO Pertemuan Presiden Amerika Serikat dan Presiden Korea Utara Kim Jong Un ternyata tidak menghalangi niat AS untuk memberlakukan sanksi pada Korut.

Dua senator AS berusaha menekan Korea Utara pada hari Rabu (6/3/2019) dengan memperkenalkan kembali sebuah RUU untuk menjatuhkan sanksi pada bank mana pun yang melakukan bisnis dengan pemerintahnya.

Sanksi ini di dukung oleh orang tua dari Otto Warmbier, seorang mahasiswa AS yang meninggal setelah dipenjara oleh Pyongyang.

Senator Republik Pat Toomey dan Demokrat Chris Van Hollen akan membentuk sanksi yang disebut  "Pembatasan Perbankan Otto Warmbier"

Sanksi itu, akan menolak akses ke sistem perbankan A.S. untuk bank asing mana pun yang melakukan bisnis dengan Korea Utara.

Berbeda dengan senator, Trump sendiri pada pertemuan puncak AS dan Korut mengatakan dia yakin klaim Kim  tidak mengetahui bagaimana perlakuan Otto Warmbier saat di penjara.

Karena hal tersebut oranga tua Otto marah, Fred dan Cindy Warmbiet menggugat Kim beserta rezimnya dan kecewa dengan Trump.

Pada pernyataan, Fred dan Cindy berterima kasih kepada van Hollen dan Toomey, dan mengatakan mereka percaya undang-undang itu akan menyediakan alat yang berguna untuk membantu mengubah Korea Utara.

"Kami terus mendukung RUU itu dan menghargai mereka yang menghormati  putra kami," kata Fred seperti dilansir dari Reuters.

Sejak diajukan sanksi tersebut tidak memenuhi  suara Komite Perbankan Senat tahun lalu sehingga belum bisa diloloskan

Untuk menjadi hukum, harus lolos dengan suara  Senat penuh dan Dewan Perwakilan Rakyat dan ditandatangani menjadi hukum oleh Trump.

Sebagai informasi Otto Frederick Warmbier adalah mahasiswa asal Amerika serikat yang ketika itu berkunjung sebagai turis di Korea Utara ditahan dan dijatuhi hukuman 15 tahun setelah dituduh mencuri poster propaganda dari lobi hotelnya. []

Sumber: Reuters