News

AS Kirim Paket Senjata sesuai Kebutuhan Ukraina, Prajurit Mulai Berlatih Gunakan Meriam

Menurut pakar, dukungan senjata AS untuk Ukraina kali ini akan menyebabkan perubahan besar lantaran fokus perang bergeser ke wilayah Donbas.

AS Kirim Paket Senjata sesuai Kebutuhan Ukraina, Prajurit Mulai Berlatih Gunakan Meriam
Pasukan Ukraina duduk di atas kendaraan lapis baja pada Selasa (19/4). (Angkatan Darat Ukraina via Reuters)

AKURAT.CO Beberapa prajurit Ukraina telah memulai pelatihan oleh Amerika Serikat (AS) tentang sistem artileri howitzer, menurut seorang pejabat tinggi pertahanan AS. Pelatihan ini berlangsung di luar Ukraina dan akan memakan waktu sekitar seminggu.

"Jumlah orang Ukraina sedikit, sekitar 50an orang," ungkap pejabat yang enggan disebutkan namanya itu pada Rabu (20/4), dilansir dari Reuters.

Meriam howitzer 155 mm adalah bagian dari paket senjata senilai USD 800 juta (Rp11 triliun) yang diumumkan pemerintah Biden pekan lalu. Paket senjata itu juga mencakup kendaraan lapis baja pengangkut personel, helikopter, dan puluhan ribu peluru artileri.

baca juga:

Menurut Presiden AS Joe Biden, bantuan senjata ini bertujuan untuk membantu memperkuat pasukan Ukraina melawan dorongan militer Rusia ke wilayah Donbas timur.

Pada Selasa (19/4), Biden berunding dengan sekutu AS di Eropa dan di tempat lainnya tentang serangan Rusia di timur Ukraina. Beberapa dari mereka berjanji untuk memberikan lebih banyak senjata, termasuk artileri, ke Kyiv dan untuk memperketat sanksi terhadap pemerintah Rusia.

Ukraina dikhawatirkan kehabisan amunisi dan perlu tambahan pasokan. Pemerintah Biden pun diperkirakan akan mengumumkan paket senjata lainnya untuk Ukraina dalam waktu dekat.

"Seperti apa paket ini nantinya? Detailnya belum terungkap. Yang kami tahu, AS menganggapnya sebagai bantuan vital bagi Ukraina untuk mempertahankan kedaulatannya," lapor Kimberly Halkett dari Al Jazeera di Washington.

Tak sampai di situ, Biden bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan para petinggi militer AS lainnya, termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley, pada Rabu (20/4). Militer AS akan mengirim peralatan tambahan ke Ukraina dalam beberapa hari mendatang, menurut keterangan sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki. Lima penerbangan kargo AS telah tiba di sana dalam beberapa hari terakhir. Sisanya akan dijadwalkan segera.

"Kami telah bekerja dengan pemerintah Ukraina dan militer Ukraina untuk menentukan dengan tepat jenis bantuan keamanan yang mereka butuhkan untuk tahap perang ini. Itu sudah termasuk peningkatan dalam artileri dan amunisi," ujarnya.