Ekonomi

AS Diambang Resesi, Amazon Justru Naikan Gaji Para Pekerjanya

AS Diambang Resesi, Amazon Justru Naikan Gaji Para Pekerjanya
Ilustrasi situs jual beli Amazon (CAPITALATPLAY.COM)

AKURAT.CO Perusahaan ritel dan daring terbesar di dunia, Amazon.com Inc menerangkan bahwa mereka akan menaikan gaji para penjaga dan pengawas gudang, dari yang semula USD18 menjadi USD19.

Amazon mengatakan bahwa kenaikan gaji akan membantu perusahaan menarik dan mempertahankan para pekerja mereka ditengah adanya ketidakpastian perekonomian Amerika Serikat (AS) serta makin ketatnya pasar tenaga kerja disana.

Padahal, Amazon sebelumnya pernah mengatakan bila kenaikan gaji hanya merugikan hampir USD1 miliar selama satu tahun kedepan.

baca juga:

"Karyawan yang bekerja di Amazon sekitar USD16 dan USD26 per jam tergantung pada posisi dan lokasi mereka di AS," jelas perusahaan itu.

Namun ucapan tersebut tidak sejalan dengan yang dikatakan oleh seorang anonim yang bekerja di Amazon. Anonim tersebut mengatakan bahwa upah minimum diperusahaan tersebut khususnya di wilayah AS masih tetap USD15.

Keputusan perusahaan online untuk menaikan gaji ini juga muncul karena beberapa pekerja terus mendorong untuk menyatukan fasilitas Amazon di AS, karena diketahui hanya ada satu fasilitas Amazon yang memilih untuk berserikat.

Perusahaan pengecer online ini diketahui sedang berjuang untuk melawan inflasi yang melonjak dan pergantian karyawan yang tinggi karena pekerja mulai mencari upah yang tinggi agar bisa layak bertahan hidup ditengah tingginya harga komoditas.

Amazon memiliki lebih dari 1,5 juta karyawan penuh dan paruh waktu secara global pada kuartal yang berakhir 30 Juni, dengan mayoritas pekerja di Amerika Serikat.

Sebelumnya pada hari Rabu (28/9/2022), Amazon mengumumkan perangkat baru termasuk jajaran perangkat yang dikendalikan suara, e-reader yang diperbarui yang dapat digunakan pengguna untuk menulis dan gadget tanpa kontak yang dapat memantau seberapa nyenyak tidur orang.[]

Sumber: Reuters