News

Arus Balik, Ratusan Warga Non DKI Masuk Jakarta

Ratusan warga non DKI telah masuk Jakarta pada arus balik mudik Lebaran tahun ini


Arus Balik, Ratusan Warga Non DKI Masuk Jakarta
Ratusan pemudik saat turun dari kereta di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (9/6/2019). PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero memprediksi puncak arus balik pemudik Lebaran dengan kereta api ke Jakarta akan terjadi pada hari ini hingga minggu depan mendatang. Diprediksi sekitar 20 ribu-an pemudik akan turun dari stasiun pasar Senen dari berbagai daerah di kawasan Jawa. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) mencatat ratusan warga non DKI telah masuk Jakarta pada arus balik mudik Lebaran tahun ini. 

Kedatangan warga luar Jakarta itu terdeteksi lewat aplikasi daring, data warga. Aplikasi itu dikembangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, data mereka diinput pihak RT/RW.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Budi Awaludin mengatakan, hingga sekarang sudah sebanyak 237 warga non DKI yang masuk ke Ibu Kota. Mereka masuk bareng 887 warga DKI lainnya sejak Sabtu (15/5/2021) kemarin.

"Kalau data per pagi ini totalnya 1.124 warga, jumlah warga DKI 887 dan warga non-DKI 237 orang," kata Budi ketika dikonfirmasi Minggu (16/5/2021).

Budi mengaku,pihaknya tidak bisa menolak warga non Jakarta itu, atau memulangkan mereka secara paksa dari Jakarta. Dia mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI hanya bisa mengarahkan agar mereka melengkapi dokumen termasuk mengarahkan untuk melakukan tes COVID-19 untuk mengantisipasi lonjakan wabah mematikan itu di Jakarta pasca libur Idul Fitri 1442 H ini.

"Enggak bisa (ditolak)  paling kita mengarahkan," tuturnya.

Budi melanjutkan, pihaknya segera menindaklanjuti hal ini, warga non DKI ini bakal didata untuk mengetahui tujuan mereka datang ke Jakarta.

"Kita  menanyakan tujuan ke sini apa, misalnya ingin sekolah atau kuliah atau mungkin ada pekerjaan lain di sini," ucapnya.

Selama ini kata Budi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak punya kebijakan melarang warga di daerah lain datang dan tinggal di Ibu Kota, tetapi dengan catatan mereka harus dinyatakan bebas COVID-19.

"Tidak ada larangan, tetapi harus jamin mereka dalam kondisi yang sehat, tidak membuat masyarakat lain sekitarnya menjadi ketakutan. Kalau mereka nggak sehat, bisa menimbulkan kekhawatiran masyarakat lain juga kan," tukasnya. []

Yohanes Antonius

https://akurat.co