News

Arus Balik, 2,2 Juta Warga Masuk Jakarta, Mayoritas Pakai Kendaraan Pribadi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 2.244.270 warga sudah mulai masuk Jakarta pada arus balik libur Idul Fitri 1442 H.


Arus Balik, 2,2 Juta Warga Masuk Jakarta, Mayoritas Pakai Kendaraan Pribadi
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Akurat.co/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 2.244.270 warga sudah mulai masuk Jakarta pada arus balik libur Idul Fitri 1442 H. Mereka kembali ke Jakarta dengan menggunakan kendaraan pribadi dan Bus Antara Kota Antar Provinsi (AKAP).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, jumlah warga yang masuk menggunakan kendaraan pribadi sebanyak 2,244.069 orang, sedangkan yang menggunakan bus  AKAP di dua terminal yang beroperasi, yakni Terminal Kalideres, Jakarta Barat; dan Terminal Pulogebang, Jakarta Timur sebanyak 174 orang. 

"Total orang masuk Jakarta, 2.244.270," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (17/5/2021).

Ariza melanjutkan, dari semua kendaraan yang masuk Jakarta, sebanyak 679.152 terpantau melewati sejumlah ruas jalan tol menuju Jakarta, sedangkan kendaraan yang melintas lewat jalan arteri sebanyak 834.115.

"Jadi kendaraan yang masuk Jakarta jumlahnya 1.513.267," tuturnya.

Ariza memastikan pemudik dari luar daerah yang kembali ke Jakarta pada arus balik libur Idul Fitri 1442 H tidak perlu dikarantina. Hal ini berbeda dengan peraturan untuk warga yang datang dari luar negeri yang mesti dikarantina beberapa hari untuk memastikan mereka terbebas dari COVID-19. "Kalau (pemudik) dari kampung ke Jakarta tidak dikarantina," katanya lagi.

Politisi Partai Gerindra itu memastikan, pihaknya bakal melakukan pengawasan ketat kepada para pemudik yang balik ke Jakarta. Mereka yang tidak membawa hasil tes PCR atau antigen bakal dites untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menindaklanjuti jika ditemukan ada pemudik yang positif penyakit menular itu. 

"Kalau yang bersangkutan positif (COVID-19) langsung dibawa ke Wisma Atlet, hotel atau ke RS sesuai dengan bobot Covid-nya itu sendiri," tuturnya.

Tidak hanya itu, Ariza memastikan, para pemudik itu juga bakal dipantau RT/RW di tempat tinggal mereka hingga dinyatakan bebas dari wabah mematikan itu.

"Jadi memang semua harus dipastikan dalam posisi yang aman, jadi jangan sampai kembali ke Jakarta membawa virus, jadi semuanya kita cek sampai ke tingkat RT/RW," pungkasnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co