Olahraga

Arum: Fury Lebih Skillful, tapi Wilder seperti Senapan yang Terisi

Tyson Fury akan menempuh pertarungan ketiga melawan Deontay Wilder di Las Vegas, 9 Oktober mendatang untuk mempertahankan gelar juara dunia WBC.


Arum: Fury Lebih Skillful, tapi Wilder seperti Senapan yang Terisi
Juara dunia tinju kelas berat WBC, Deontay Wilder, dan penantangnya, Tyson Fury, dalam sesi jumpa pers di Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu (19/2). (REUTERS/Steve Marcus)

AKURAT.CO, Promotor Top Rank, Bob Arum, tentu saja menjagokan petinjunya, Tyson Fury, pada pertarungan mempertahankan gelar juara dunia tinju kelas berat WBC melawan Deontay Wilder. Namun, Arum juga mencatat bahwa Wilder adalah petinju berbahaya dengan kekuatan satu pukulan.

Arum mempertimbangkan hal tersebut melihat dua pertarungan antara Fury dan Wilder. Di laga pertama pada 1 Desember 2018, pertarungan berakhir imbang meski Fury sempat dua kali dijatuhkan sementara di laga kedua pada Februari 2020 Fury menang dengan menjatuhkan Wilder.

“Fury adalah petarung yang lebih baik, dia membuktikan di pertarungan pertama di mana hasilnya imbang. Dia sudah tentu membuktikannya di pertarungan kedua,” kata Arum sebagaimana dipetik dari Boxing Scene.

“Tetapi, jika Anda berada (di ring) bersama seseorang seperti Wilder? Anda bersama seseorang yang punya senapan yang terisi. Jika dia menembakkan senapannya dan terhubung, berhati-hatilah.”

Salah satu yang dicatat oleh Arum adalah kemampuan Wilder mencari momen untuk menjatuhkan lawan dengan satu pukulan. Fury boleh saja memiliki kemampuan yang lebih baik, tetapi Wilder punya tenaga besar dalam kepalannya.

“Saya tidak merasa ada satu orang pun di tinju kelas berat yang punya kekuatan satu pukulan yang dimiliki Wilder. Tetapi siapa petarung yang lebih baik? Jelas Tyson. Siapa yang lebih skillful? Jelas Tyson. (Tetapi) siapa yang punya pukulan yang lebih keras? Jelas Wilder. Jika dia dalam kondisi baik, (pukulannya) bakal menyala,” ucap Arum.

Pertarungan ketiga Fury-Wilder akan dilangsungkan di Las Vegas, Amerika Serikat, 9 Oktober 2021. Laga ini merupakan jadwal tunda dari jadwal semula pada 24 Juli lalu karena Fury diketahui terpapar virus corona (Covid-19).

Laga Fury-Wilder juga merupakan konsekuensi dari kemenangan gugatan hukum Wilder yang membatalkan laga akbar antara Fury dan juara multigelar, Anthony Joshua. Padahal, Fury dan Joshua sudah bersepakat untuk naik ring memperebutkan lima gelar di Diriyah, Arab Saudi, sepekan setelah penutupan Olimpiade Tokyo 2020.

Fury sendiri tetap menargetkan pertarungan lima gelar melawan Joshua pada 2022. Namun demikian, ia harus mengalahkan Wilder lebih dulu sementara Joshua akan menghadapi mantan juara multigelar kelas penjelajah asal Ukraina, Oleksandr Usyk, di London, Inggris, September nanti.[]