News

Arteria Dahlan Bisa Dijerat Pasal Pemalsuan dan Kode Etik Dewan

Polisi dan MKD harus usut tuntas


Arteria Dahlan Bisa Dijerat Pasal Pemalsuan dan Kode Etik Dewan
Arteria Dahlan (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO - Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan jadi sorotan usai video koleksi mobil mewah miliknya viral di dunia maya.

Ada lima mobil mewah yang diparkir Arteria Dahla di parkiran Basement Nusantara II DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Satu hal yang spesial adalah kelima mobil mewah milik Arteria Dahlan menggunakan pelat nomor yang sama. Belakangan, politisi PDIP itu mengakui kelima mobil miliknya memiliki nomor polisi masing-masing, sementara nomor polisi sama yang ditempelnya sebagai nomor polisi palsu.

baca juga:

Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso menyebut tindakan tersebut termasuk pelanggaran hukum. Selain pidana pemalsuan, Arteria patut diduga melakukan pelanggaran etika sebagai anggota dewan dan harus diperiksa di Majelis Kehormatan DPR.

"Selain dugaan pelanggaran pidana pemalsuan juga adalah pelanggaran etika  yg harus diperiksa di MKD," katanya saat dikonfirmasi AKURAT.CO, Kamis (20/1/2022). 

Lebih lanjut, Sugeng pun mendukung agar polisi mengusut penggunaan nopol palsu oleh Arteria Dahlan. 

"Polisi tidak boleh diam, harus diusut. Polisi tidak boleh takut mengusut," katanya.

Ia juga meminta apabila dalam kasus ini ada keterlibatsn seorang oknum polisi harus diperiksa dan ditindak.

Sugeng menjelaskan Arteria Dahlan bisa saja dikenakan Pasal 263 jo 266 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara dan Pasal 280 Jo 288 UU Lalu Lintas dengan Ancaman 2 bulan penjara. 

Diberitakan sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan lima mobil milik politisi Partai PDIP Arteria Dahlan bernomor polisi (nopol) sama dan berstiker arteriadahlanlawyers.co.id di parkiran DPR.

Dalam video yang beredar, lima mobil itu berada di parkiran Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Kelima mobil itu datang dari merek dan jenis yang berbeda.

Mobil-mobil tersebut bermerek Mitsubishi Grandis warna hitam, Toyota Fortuner warna putih, Toyota Vellfire warna hitam, Nissan X-Trail warna putih, dan Mitsubishi Pajero warna hitam.

Hanya saja, pelat nomor yang digunakan lima mobil itu sama persis yakni 4196-07 dengan plat warna hitam dan kuning ciri khas polisi.

Di samping angka, terdapat logo Polri. Di atas logo Polri ada pula logo berwarna emas lambang DPR. Diduga, mobil-mobil ini adalah milik anggota dewan.

Terkait hal ini, Arteria Dahlan telah mengonfirmasi jika pelat tersebut bukanlah pelat asli. 

"Itu pelat-pelat nomor mobil itu, kalau gua pake tuh, gua pake pelat DPR. Itu kan pelat dasar, bukan pelat asli," kata Arteria usai ditanyakan kebenarannya, Rabu (19/1/2022).

Arteria mengaku setiap mobilnya yang terparkir di sana memiliki pelat masing-masing. Namun, dia mengaku bakal kesulitan jika setiap mobil dipasangkan pelat permanen. 

"Iya (kalau mau dipake) itu gue pakai pelat RF- nya dong, gue lepas ( pelat dasar) pakai pelat RF-nya , bisa RF, bisa pelat aslinya. Masa 3-3 nya gue mau pakai? Ngerti nggak? Kalau itu pelat gue pake permanen kan susah. gitu, gue bisa pake pelat mobil nomor aslinya.," ucapnya.

Kemudian, Arteria juga menjelaskan alasan bahwa semua mobilnya dititipkan di parkiran DPR. Ia mengaku bahwa saat ini tengah melakukan renovasi rumah sehingga terpaksa menitipkan mpbilnya di parkiran DPR.

"Itu karena memang gue taruh situ semua mobilnya, sama kayak mobil taruh di garasi lah. Ini karena lagi proses pengecatan di rumah jadi susah, lagi diperbaiki ini di rumah," imbuhnya.[]