News

Arsul Sani Minta Gubernur Papua Lukas Enembe Gentle Penuhi Panggilan KPK

Arsul Sani Minta Gubernur Papua Lukas Enembe Gentle Penuhi Panggilan KPK
Anggota Komisi III DPR RI F-PPP Arsul Sani saat menjadi pembicara dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Media Center, Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (20/7/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani meminta Gubernur Papua Lukas Enembe untuk hadir secara jantan ketika dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi yang menjerat dirinya.

"Ya kita selalu berharap kepada jajaran legislatif atau eksekutif kalau dipanggil penegak hukum ya datang saja itu lebih baik (dan) memberi kesan kita gentle hadapi kasus," kata Arsul kepada awak media di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (22/9/2022).

Di samping itu, Arsul juga mengingatkan kepada KPK untuk memberikan hak selebar-lebarnya kepada Lukas untuk membela dirinya. Sebab, hal itu merupakan Hak Warga Negara Indonesia (WNI) untuk mendapat perlakuan yang sama di mata hukum.

baca juga:

"Yang paling penting ke lembaga penegak hukum, orang itu dipanggil bahkan dikenakan upaya paksa seperti penangkapan, tapi juga haknya bela diri dan hak pendampingan nasehat hukum harus diberikan seluasnya," ujar Wakil Ketua Umum PPP itu.

"Jadi jangan juga kebiasaan penegak hukum kita dalam jangka waktu tertentu orang diperiksa tanpa didampingi penasihat hukum. Tidak bisa dijenguk dengan berbagai alasan. Kalau kemarin alasan Covid-19 oke lah. Kalau sekarang gak bisa lagi, ini berlaku baik untuk KPK, Polri, Kejaksaan," tukas dia.

Sebagai informasi, KPK telah menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe usai ia mangkir dalam pemanggilan pertamanya. Ia bakal segera diperiksa pada tanggal 26 September 2022 mendatang di Jakarta.

KPK berharap agar Lukas Enembe bersikap kooperatif dengan memenuhi panggilan pemeriksaan tersebut. Komisi antirasuah memastikan tidak akan melakukan diskriminasi Lukas meskipun pemeriksaan dilakukan di Jakarta.

KPK menyebut dugaan rasuah yang menyeret Gubernur Papua Lukas Enembe bukan cuma satu kasus. Seluruh dugaan korupsi itu tengah diusut KPK.

"Beberapa perkara, yang sedang ditangani menyangkut LE (Lukas Enembe) bukan hanya satu ya. ada beberapa sedang kita tangani," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto di Jakarta, Rabu, 21 September 2022.

Karyoto enggan memerinci kasus yang menyeret Lukas Enembe. Informasi terkait dugaan rasuah yang dilakukan Lukas didapatkan dari banyak pihak.

"Nanti dikaitkan dengan beberapa laporan masyarakat dari dumas (pengaduan masyarakat), yang menyangkut tentang di Papua dan dikaitkan dengan PPATK yang ada," ujar Karyoto. []