News

Arsul Sani Harap Perseteruan Moeldoko-ICW Diselesaikan Lewat Musyawarah

Tidak perlu diselesaikan melalui proses hukum


Arsul Sani Harap Perseteruan Moeldoko-ICW Diselesaikan Lewat Musyawarah
Wakil Ketua Umum PPP yang juga Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani, saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (22/1/2019). (AKURAT.CO/Khalishah Salsabila)

AKURAT.CO, Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menyarankan perseteruan antara Kepala Staf Kantor Presiden (KSP) Moeldoko dengan Indonesia Corruption Watch (ICW) diselesaikan tidak melalui proses hukum.

"Sebaiknya kasus perseteruan antara Kepala KSP dengan ICW dapat diselesaikan secara baik melalui musyawarah kedua pihak dan tidak berlanjut dengan proses hukum," kata Arsul kepada redaksi, Selasa (3/8/2021).

Arsul mengingatkan dua hal terkait perseteruan Moeldoko dengan ICW. Pertama terkait posisi Moeldoko sebagai pejabat publik. Menurut Arsul, kritik merupakan hal yang wajar bagi seorang pejabat publik.

"Pejabat publik harus terbuka untuk dikritisi atas hal-hal yang menjadi kebijakan dan yang dilakukan atau dikerjakannya," kata Arsul.

Di sisi lain, dia mengingatkan, kritik terhadap pejabat publik juga mesti bisa dipertanggungjawabkan. Bukan berdasarkan semata-mata dugaan atau berdasar kabar tanpa bukti dan pendalaman.

"Apalagi langsung menuduh yang menjatuhkan harkat dan nama baik pejabat publik yang bersangkutan. Harus disertai paling tidak bukti permulaan. Lain kalau sifatnya mempertanyakan," sambungnya.

Diketahui, Moeldoko sudah melayangkan somasi kepada ICW. Moeldoko saat ini tengah menunggu jawaban ICW atas somasi tersebut.

"Kita menunggu respon mereka (ICW)," kata Otto Hasibuan, kuasa hukum Moeldoko, dalam keterangannya, Selasa (3/8/2021).

Otto mengatakan somasi telah dikirim Senin sore kemarin. Soal detail somasi dan tindakan yang akan ditempuh apabila ICW tidak menjalankan isi somasi, Otto tidak menjelaskan.