News

Ariza Beberkan Alasan Pemprov DKI Tidak Hadiri Paripurna Interpelasi Formula E

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria mengungkapkan pihaknya tidak menghadiri paripurna interpelasi Formula E karena alasan keabsahan.


Ariza Beberkan Alasan Pemprov DKI Tidak Hadiri Paripurna Interpelasi Formula E
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat tiba di Gedung Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/11/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria mengungkapkan pihaknya tidak menghadiri paripurna interpelasi Formula E karena alasan keabsahan.

Ariza -sapaan akran Riza Patria- mengatakan, paripurna yang dipimpin Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi tidak melalui prosedur. Kata dia, paripurna dengan agenda penyampaian pandangan pribadi anggota pengusul hak interpelasi bukan keputusan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI Jakarta. 

"Ya kenapa, kan itu sudah diatur ya bahwa kegiatan tersebut, yang dilaksanakan tersebut (paripurna) belum dibahas di Bamus ya," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/9/2021). 

Pernyataan eks anggota DPR RI itu sejalan dengan pernyataan tujuh pimpinan fraksi selain PDIP dan PSI. Paripurna interpelasi Formula-E  tidak diagendakan dan dibahas dalam rapat Bamus. 

"Ya interpelasi hari ini, ini kan menjadi wilayah DPRD, kami tidak mencampuri, seperti apa, bagaimana dan bagaimana, kami tidak mencampurinya yah, jadi nanti silakan saja dicek di teman-teman DPRD, seperti apa tadi, apakah terjadi, rapatnya dll, tanyakan saja ke DPRD, saya tidak ingin apalagi mengintervensi, yah," ungkapnya. 

Saat diminta komentarnya terkait kondisi DPRD DKI yang terbelah menjadi dua faksi politik, Riza mengatakan, hal itu lazim terjadi dalam dinamika politik di lembaga legislatif. Hanya saja, dia berharap, polemik di DPRD dapat diselesaikan secara internal dan dengan kepala dingin. 

"Ya biasa di DPRD itu kan forum legislator, forum legislasi, kami menghormati pendapat yang berbeda, namun kami minta semuanya harus kompak, solid bersatu untuk mengambil kepentingan yang lebih besar, kepentingan Jakarta, pembangunan Jakarta, kepentingan masyarakat bersama. Dinamika yang ada, kami hormati," katanya. 

Meski begitu, dia mengaku akan sangat senang bila seluruh anggota DPRD DKI bisa duduk bersama, urun rembuk membahas kepentingan masyarakat Jakarta yang lebih besar. Dialog internal DPRD, kata dia, akan lebih baik untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. 

"Namun kami akan senang dan bersyukur apabila semuanya bisa duduk bersama-sama, berdialog, berdiskusi membahas untuk kepentingan masyarakat banyak khususnya Kota Jakarta," ungkapnya.[]