News

Arief Budiman: Tidak Benar KPU Melawan DKPP

Arief menegaskan apa yang dilakukannya bukanlah perlawanan terhadap Dewan kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).


Arief Budiman: Tidak Benar KPU Melawan DKPP
Ketua KPU RI Arief Budiman ditemui selepas acara Refleksi dan Proyeksi Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 bersama Menkopolhukam dan Mendagri di Hotel Melia Purosani, Kota Yogyakarta, Senin (14/12/2020) (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Mantan Ketua KPU RI Arief Budiman mengaku tidak merasa mengantar Komisioner Evi Novida Ginting yang pada saat itu tengah menggugat keputusan Presiden Joko Widodo ke PTUN Jakarta, 18 Maret 2020. Ia menyebut jika kedatangannya ke pengadilan sebagai individu, bukan mewakili KPU.

"Jadi itu sudah saya jelaskan. Kemudian di dalam putusan itu, di dalam pertimbangan putusan juga disampaikan bahwa ini sebagai bentuk perlawanan KPU kepada DKPP, saya nyatakan itu tidak benar, karena pada hari itu KPU sedang melakukan work from home, WFH. Jadi memang kehadiran saya sebagai pribadi," ungkap Arief dalam konferensi pers virtual, Jumat (15/1/2021).

Arief menilai, perkara yang dihadapinya diadukan dengan dua pokok aduan. Pokok aduan yang pertama dugaan pelanggaran kode etik karena mengantarkan Evi Novida Ginting mendaftarkan gugatan ke PTUN.

"Dalam persidangan itu telah saya jelaskan secara runtut bahwa pendaftaran gugatan itu dilakukan Bu Evi dan kuasa hukumnya melalui online, e-court, dan itu dilakukan sekitar pukul 07.30 WIB kalau tidak salah," jelasnya.

"Sementara saya mendengar kabar Bu Evi dan beberapa kuasanya sedang ada di pengadilan dan saya sampai di pengadilan siang, jelang salat Jumat. Seingat saya itu," imbuhnya.

Menurutnya hal itu adalah sebuah prinsip leadership (prinsip kepemimpinan) yang memang harus dilakukan ketika ada masalah, ada gangguan, ada peristiwa, yang menimpa anggotanya.

Karenanya, Arief menegaskan apa yang dilakukannya bukanlah perlawanan terhadap Dewan kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

"Maka saya tegas mengatakan tidak ada bentuk perlawanan terhadap DKPP. Apa yang dilakukan Bu Evi sebetulnya dalam rangka itu, menyelesaikan persoalan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku. Jadi jangan kemudian ditafsir seolah-olah ini perlawanan KPU terhadap DKPP," tegasnya.

Diketahui, KPU RI kini telah menunjuk Komisioner Ilham Saputra sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua KPU RI. Penunjukan Ilham merupakan tindak lanjut atas putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang memberhentikan Arief Budiman sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

"Rapat pleno menghasilkan keputusan untuk memilih Plt. Ketua KPU yaitu Ilham Saputra secara aklamasi," ungkap Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi dalam konferensi pers virtual, Jumat (15/1/2021).[]

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu