Olahraga

Aremania Menggugat: Presiden Jokowi Didesak Meminta Maaf Secara Terbuka

Aremania Menggugat: Presiden Jokowi Didesak Meminta Maaf Secara Terbuka
Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Stadion Kanjuruhan, Malang (Instagram/@sekretariat.kabinet)

AKURAT.CO - Tragedi Kanjuruhan yang terjadi selepas laga Liga 1 Indonesia 2022-2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (01/10) silam berbuntut panjang.

Tim pendampingan bantuan hukum Aremania, berdasarkan kuasa tertanggal 04 Oktober 2022 bertindak untuk dan atas nama pihak korban dan penonton pertandingan Arema FC vs Persebaya mengajukan surat peringatan (somasi) terbuka.

Hal ini menyusul meninggalnya 131 orang dalam Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu, 1 Oktober 2022 lalu akibat tindakan represif yang dilakukan aparat keamanan, yang terparah dengan melepaskan tembakan gas air mata.

baca juga:

Surat somasi 'Aremania Menggugat' itu ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menpora Zainudin Amali, Kapolrin Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan hingga Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Ada sembilan tuntutan yang tercantum dalam surat somasi tersebut. Salah satu poin yang diangkat adalah mendesak para pemangku jabatan untuk meminta maaf secara terbuka melalui media nasional.

"Mendesak Presiden Republik Indonesia, Menegpora Republik Indonesia, Kapolri, Panglima TNI, DPR RI, Ketua PSSI, Direktur PT. LIB, Manajemen Arema dan Panitia Pelaksana Pertandingan untuk meminta maaf secara terbuka melalui media nasional dalam jangka waktu paling lambat 3 (tiga) hari setelah somasi terbuka ini disampaikan."

Dalam surat somasi tersebut juga menuntut penetapan tersangka kepada para pelaku dalam jangka waktu tiga hari sejak surat somasi ini dilayangkan. Juga meminta adanya pertanggungjawaban hukum secara perdata maupun pidana oleh pihak-pihak terkait.

Pada akhir surat tersebut, 'Aremania Menggugat' mendesak agar ada itikad baik dari para pihak bertanggung jawab untuk segera memenuhi tuntutan.

Jika dalam waktu 3x24 jam tidak ada itikad baik para pihak tersebut, maka Aremania akan menempuh jalur hukum yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Surat somasi tersebut ditandatangani oleh 10 kuasa hukum Aremania yang ditembuskan kepada enam lembaga, International Court of Justice, FIFA, Komnas HAM, Kompolnas, KPAI hingga Komnas Perempuan.[]